06 November 2019, 06:00 WIB

Menteri Edhy Berusaha Tekan Impor Garam


(Mir/Ant/E-1) | Ekonomi

 ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.
  ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.
MENTERI KKP BLUSUKAN KE PELABUHAN MUARA BARU: Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo 

MENTERI Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan telah menyiapkan beberapa rencana dalam rangka mendorong penyerapan garam nasional sehingga dapat menekan impor komoditas tersebut.

Penyerapan garam nasional itu berkaitan dengan harganya yang sedang jatuh sehingga dilakukan upaya untuk meningkatkan kualitas dan produksi garam.

"Garam ini tidak ada badan yang menangani. Tidak seperti beras yang dikuasai Bulog saja harganya kadang tidak terkontrol. Apalagi garam yang bebas sama sekali," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Edhy menuturkan langkah pertama yang diambil ialah pihaknya beserta Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan berusaha memetakan wilayah yang memiliki potensi garam.

"Kita sudah memetakan di mana titik-titik sentral garam karena petani garam kita kan besar, ada 19 ribu orang dan hampir ada 27.000 hektare," ujarnya.

Selain itu, pihaknya akan meningkatkan kualitas garam menggunakan geomembran beserta program pugarnya sehingga bisa menghasilkan produksi dalam jumlah besar.

Edhy mengatakan saat ini sudah ada 7.000 hektare lahan yang menggunakan geomembran dengan 1 hektarenya mampu menghasilkan produk sekitar 30% lebih banyak serta garamnya berwarna lebih putih.

Di sisi lain, Menteri Edhy tidak memungkiri bahwa produksi garam nasional belum mampu memenuhi kebutuhan nasional sehingga harus terus didorong dan diperbaiki kualitasnya.

Apalagi ada jenis garam tertentu yang memang tidak diproduksi di Indonesia.

"Pada akhirnya impor itu suatu keterpaksaan dan bukan suatu keharusan. Misalnya garam chlor alkali plant itu kita belum ada. Impor dilakukan kalau terpaksa," tandasnya.

Meskipun demikian, Edhy mengaku optimistis terhadap peningkatan kualitas garam dalam negeri. Pihaknya pun selalu membuka komunikasi kepada berbagai pihak yang ingin mendukung program tersebut.

Saat ini dari kuota impor garam sebesar 2,7 juta ton, telah masuk impor sebanyak 2,2 juta ton. (Mir/Ant/E-1)

BERITA TERKAIT