06 November 2019, 04:30 WIB

Perusahaan Digital Siap Bantu Kembangkan UKM


Andhika Prasetyo | Ekonomi

ist
 ist
Obrolan Teten dan CEO Gojek

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) berencana melibatkan perusahaan-perusahaan digital dalam penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) kepada para pengusaha UKM dan pembentukan brand untuk pengembangan usaha mereka.

"Selama ini bank menyalurkan (kredit) kepada para pelaku usaha secara satu per satu. Ini mungkin sedikit menyulitkan. Terlebih kadang perbankan tidak mengetahui rekam jejak pelaku UKM yang mengajukan pinjaman," ujar Menteri KUKM Teten Masduki di Jakarta, kemarin.

Teten melihat ada banyak kelebihan yang dimiliki perusahaan-perusahaan digital seperti Gojek, Bukalapak, dan Tokopedia. Perusahaan-perusahaan itu, lanjut dia, telah memiliki jutaan mitra usaha. Mereka memiliki basis data dan bisa mengidentifiksi pelaku usaha yang potensial dan layak dibantu untuk mendapat akses modal.

Dengan begitu, perbankan juga tidak akan ragu dalam menyalurkan kredit dalam jumlah besar karena sudah dijamin oleh perusahaan-perusahaan digital.

"Kemarin (Senin, 4/10) kami sudah undang Gojek. Mereka punya banyak mitra UMKM terutama di sektor kuliner. Nanti kita bisa gelontorkan pembiayaan ke situ saja dan Gojek yang salurkan ke UMKM, jadi tidak individual," jelasnya.

Dalam menanggapi rencana itu, Chief Strategy Officer Bukalapak Teddy Oetomo mengaku siap membantu pemerintah menyalurkan pendanaan. Selama ini, kata Teddy, pihaknya juga telah melakukan kegiatan serupa, tapi di luar program KUR.

"Kami sudah berpartner dengan Mandiri dan beberapa perusahaan fintech. Itu kami salurkan kepada pelapak sebagai program pembiayaan. Itu sudah jalan," ujar Teddy kepada Media Indonesia.

Terkait dengan mitra-mitra yang dibantu permodalan, ia mengatakan mereka dipilih melalui sistem dengan mengedepankan analisis big data. "Kami menggunakan machine learning data. Ada banyak pelaku usaha yang sudah kami bantu akses permodalan," tuturnya.

Ia mengatakan, saat ini, Bukalapak memiliki 2,5 juta mitra usaha di seluruh Indonesia yang sebagian besar ialah pelaku UKM.

Pengembangan brand

Secara terpisah, Tokopedia menyatakan kesiapan untuk memberikan pelatihan bagi UKM guna meningkatkan brand mereka agar bisa merambah pasar nasional dan ekspor. Menurut Menteri KUKM, memiliki brand yang kuat sangat penting bagi UKM untuk menguasai pasar.

"Banyak produk UMKM yang sebenarnya sudah berkualitas, seperti fesyen dan kosmetik, yang dapat menjadi brand masa depan dan berkembang menjadi industri. Itu yang harus kita kuatkan ke depan dan kami siap membantu dari sisi pelatihan tersebut," kata pendiri Tokopedia William Tanuwijaya.

Upaya pengembangan UKM berbasis digital juga dilakukan Bank Commonwealth. Dengan menggandeng Mastercard Center for Inclusive Growth dan Mercy Corps Indonesia, Bank Commonwealth sejak Juni 2019 telah meluncurkan platform MicroMentor sebagai platform pendamping dan menjangkau hingga ribuan pengusaha UKM.

"Dengan kelas tatap muka, kami hanya menjangkau sekitar 1.000 pengusaha dalam setahun. Dengan platform digital ini, kami bisa menjangkau sekitar 1.000 pengusaha dalam 2 bulan," kata Chief of Marketing, Corporate and Legal Bank Commonwealth Leila Djafaar. (Van/Try/E-3)

BERITA TERKAIT