06 November 2019, 02:00 WIB

Donald Trump Tarik AS dari Perjanjian Iklim Paris


MI | Internasional

AFP
 AFP
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyata­kan negaranya melangkah maju untuk resmi keluar dari perjanjian iklim Paris pada Senin (4/11).

Dokumen yang dikirim pemerintah AS ke PBB tersebut akan memulai proses penarikan selama satu tahun untuk keluar dari perjanjian iklim Paris yang disepakati pada 2015. AS akan secara resmi keluar dari kesepakatan Paris pada 4 November 2020 mendatang.

Meskipun demikian, pemerintah kota dan negara bagian AS berupaya untuk memerangi krisis iklim kendati ada tindak-an yang diambil pemerintah federal. Sejumlah negara bagian, terutama California dan New York, telah memimpin dalam memerangi perubahan iklim yang menghadapi pertentangan oleh Trump.

Mantan Wakil Presiden AS dan Juru Kampanye iklim Al Gore menggambarkan kebijakan yang ditempuh Trump sebagai ‘sembrono’. Gore yang menerima penghargaan Nobel Perdamaian pada 2007 atas upayanya meningkatkan kesadaran tentang krisis iklim mengatakan bahwa presiden baru AS pada 2020 mendatang dapat kembali memasukkan perjanjian Paris hanya dalam waktu 30 hari.

“Tidak ada orang atau partai yang dapat menghentikan momentum kita untuk menyelesaikan krisis iklim,” cicit Gore.

Perjanjian Paris menetapkan tujuan membatasi kenaik­an suhu meningkat menjadi 2 derajat Celcius (3,6 Fahrenheit) dari tingkat pra-industri. Tujuan tersebut dipandang para ilmuwan sangat penting untuk memeriksa kerusakan terburuk dari pemanasan global seperti meningkatnya keke­ringan, banjir, dan intensitas badai.

Sebanyak 197 negara telah menandatangani perjanjian Paris, mulai dari negara-negara kepulauan kecil, hingga negara komunis Korea Utara, maupun Suriah yang tengah dilanda perang. (AFP/Theguardian/Uca/I-1)

BERITA TERKAIT