05 November 2019, 20:11 WIB

Pelambatan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III sudah Diprediksi


Ihfa Firdausya | Ekonomi

MI/ Permana
 MI/ Permana
Bhima Yudhistira 

DIREKTUR Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menyebut pelambatan pertumbuhan ekonomi kuartal tiga sesuai prediksi. Sebelumnya, kata Piter, CORE memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal III sebesar 5,01%.

Artinya, pertumbuhan 5,02 (yoy) pada kuartal III 2019 masih lebih baik dari prediksi pada umumnya.

Namun, hal ini tetap menjadi peringatan bagi pemerintah.

"Pertumbuhan ekonomi kuartal III ini menegaskan target pertumbuhan ekonomi 2019 sebesar 5,2% hampir mustahil dicapai. Bahkan sulit mencapai 5,1%" ujarnya kepada Media Indonesia, Selasa (5/10).

 

Baca juga: Pelabuhan Calang Pusat Konektivitas Laut Aceh-Teluk Bengal

 

Menurutnya, pelambatan ini terutama disebabkan menurunnya pertumbuhan konsumsi dan investasi. "Sementara ekspor masih buruk walaupun sudah tidak lagi negatif. Artinya untuk tahun 2020 pemerintah harus sidah ancang-ancang dengan rencana terobosan guna mendorong konsumsi dan juga investasi," imbuhnya.

Sementara itu, ekonom  dariInstitute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menyebut pertumbuhan ekonomi yang rendah di 5,02% menunjukkan adanya perlambatan ekonomi dibandingkan kuartal III 2018 yakni 5,17%.

"Artinya indikator ekonomi mulai kehabisan energi," ujarnya.

Menurut Bhima, di kuartal IV tekanan resesi global dan perang dagang akan semakin besar sehingga berpotensi menurunkan laju ekspor dan investasi.

Dalam kondisi tersebut, pemerintah diimbau untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap di atas 5%.

"Jadi PR utamanya menjaga momentum pertumbuhan tetap di atas 5%," katanya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik telah merilis data Pertumbuhan Ekonomi Indonesia kuartal III 2019 pada hari ini (5/10). Dalam data tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 5,02% (yoy), 3,06% (qtq), 5,04% (ctc). (OL-8)

BERITA TERKAIT