06 November 2019, 01:40 WIB

Cinta Laura Upayakan Akses Penyintas Kekerasan


Fathurrozak | Hiburan

MI/Ramdani
 MI/Ramdani
Aktris Cinta Laura Kiehl

NAMA aktris serbabisa, Cinta Laura Kiehl, 26, sudah tidak asing lagi, terutama di kalangan milenial atau remaja saat ini. Dara blasteran Jerman itu sekarang di Indonesia punya aktivitas baru sepulang dari kuliahnya di Amerika Serikat.

Sebagai sosok yang tumbuh di lingkungan keluarga yang cukup terbuka terhadap perempuan untuk bisa melakukan apa pun yang dimaui, Cinta kini vokal menyuarakan hak-hak perempuan.

Menurut Cinta, kini institusi pendidikan sudah seharusnya mengenalkan nilai-nilai kesetaraan gender. Karena itu, dapat menanamkan nilai-nilai yang menjunjung kemanusiaan dan tidak menganggap remeh kasus-kasus kekerasan yang dialami para perempuan.

"Dari kecil anak-anak sudah harus diajarkan kesetaraan gender. Agar tahu bahwa nilai ini penting dan tidak meremehkan masalah kekerasan yang menimpa perempuan. Kembali lagi ke pendidikan, itu perlu diajarkan," cetusnya saat berkunjung ke redaksi Media Indonesia, Kedoya, Jakarta Barat, kemarin.

Setelah delapan tahun tinggal di AS, pemeran dalam film horor Jeritan Malam itu mengaku ada banyak hal yang perlu diperbaiki dan mendapat fokus dalam mengadvokasi perempuan penyintas kekerasan. Ia pun diajak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menjadi duta antikekerasan terhadap perempuan dan anak sejak empat bulan lalu.

"Aku belajar banyak setelah delapan tahun di Amerika. Salah satunya ialah bahwa di sana korban kekerasan diberikan fasilitas gratis untuk pengacara, rehabilitasi mental maupun fisik. Supaya mereka bisa bangkit dan menjalani lagi hidup. Bahwa yang namanya korban akan selalu dibela," tutur Cinta.

Ia pun teringat saat pertama kali pulang, mendengar kisah Baiq Nuril yang harus dipenjara setelah mengungkapkan kekerasan yang menimpanya. Cinta mengaku sedih sekaligus marah.

Menurut Cinta ada yang aneh. Nuril sebagai korban malah masuk penjara, sedangkan pelakunya bebas begitu saja. "Banyak kasus kekerasan seperti ini dan lebih parah, yang bikin aku marah. Di Indonesia, korban masih terstigma dan takut melaporkan karena merasa malu. Korban tidak boleh malu, mereka punya hak untuk memperjuangkan keadilan," ujarnya.

Dengan masih adanya stigma yang melekat dan akses yang masih sangat terbatas bagi perempuan penyintas kekerasan itulah, Cinta merasa perlu memberikan advokasi bagi para penyintas.

"Aku punya fokus pada isu ini. Dan semoga aku bersama publik figur lain bisa mengupayakan akses-akses bagi para perempuan penyintas kekerasan, seperti pengacara, rehabilitasi mental, serta mereka bisa melanjutkan hidup dan kembali di tengah masyarakat," katanya lagi.

 

Jeritan Malam

Saat ini Cinta tengah terlibat dalam proyek film terbarunya bergenre horor Jeritan Malam. Ia beradu peran dengan Herjunot Ali. Film ini juga dibintangi Indra Brasco. Jeritan Malam merupakan film yang diangkat dari kisah nyata yang sempat diunggah di situs Kaskus.

"Banyak orang berpikir bahwa horor, khususnya horor Indonesia, pasti ada makhluk mistisnya, seperti tuyul, kuntilanak, genderuwo, atau yang lainnya. Di film ini, penonton tidak akan melihat sosok-sosok itu," katanya.

Menurut Cinta, film horor yang dibintanginya itu sangat unik dan masih jarang dilihat. "Ini film yang fokus ke cerita mistis khas kultur Indonesia, khususnya Jawa."

Cinta yang juga baru-baru ini mendapat penghargaan sebagai aktris terbaik dalam Latino Film & Arts, mengungkapkan film yang berfokus pada character driven merupakan hal penting. Alasannya, film tersebut mampu menunjukkan perkembangan para aktornya.

Meski ia merupakan personal yang sangat berpikir logis dan cukup liberal, melalui film Jeritan Malam yang akan tayang pada 12 Desember tahun ini, Cinta menganggap ada kehidupan di luar dunia nyata keseharian. (H-1)

BERITA TERKAIT