05 November 2019, 20:10 WIB

Pembobolan Tas Penumpang di Bandara Soekarno Hatta masih Terjadi


Sumantri | Megapolitan

ANTARA
 ANTARA
Pembobolan Tas Penumpang di Bandara Soekarno Hatta masih Terjadi

PEMBOBOLAN tas milik penumpang di Bandara Soekarno Hatta yang melibatkan orang dalam terjadi lagi. Akibatnya, empat dari lima orang yang terlibat dalam kasus pencurian milik penumpang asal Jakarta itu ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

Keempat pelaku itu ialah DI, 28, S, 30, BA, 25, dan MR, 21.

"Dari keempat orang ini, dua diantaranya, DI dan S merupakan karyawan pengangkut barang di bagasi penumpang di Bandara Kualanamu, Medan," kata Kapolres Kota Bandara Soekarno Hatta, AKBP Arie Ardian Rishadi, Selasa (5/11).

Sedangkan dua orang lainnya, BA dan MR, penadah barang hasil curian. Sementara satu orang lainnya R, 41, yang bertindak sebagai perantara penjualan barang 'gelap' itu melarikan diri dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Kota Tangerang.

Pencurian itu terjadi, kata Kapolres, berawal ketika Bambang, warga Jakarta, mengirimkan barang lewat perusahaan jasa titipan (PT J&T Express) di kargo Bandara Soekarno Hatta dengan tujuan Medan.


Baca juga: Palak Pedagang, Oknum Ormas di Bekasi Ditangkap


Setelah barang berupa 16 koli yang berisi puluhan handphone tersebut diberangkatkan dengan menggunakan jasa kargo Garuda GA 188 pada 19 Juli 2019 lalu tiba di Bandara Kualanamu, Medan, ternyata barang itu berkurang satu koli atau sisa 15 koli.

Pemilik barang, Bambang, pun melaporkannya ke Polres Kota Bandara Soekarno Hatta. Begitu dilakukan penyelidikan, akhirnya petugas menangkap DI dan S yang merupakan karyawan angkut barang di bagasi penumpang Bandara Kualanamu, Medan.

Di hadapan petugas, kata Kapolres, kedua orang pelaku mengaku telah menjual barang hasil curiannya kepada BA dan MR atas perantara R. Sehingga dua dari tiga orang tersebut dibekuk.

Atas kejadian itu, pemilik barang mengalami kerugian hampir Rp30 juta. Sebelumnya, Polres Kota Bandara Soekarno Hatta juga mengungkap lima kasus yang sama, dengan tersangka 15 orang. (OL-1)

BERITA TERKAIT