06 November 2019, 01:20 WIB

Xi Jinping Nyatakan Kepercayaan Penuh Carrie Lam


MI | Internasional

AFP
 AFP
Presiden Tiongkok  Xi Jinping 

SETELAH berbulan-bulan kericuhan melanda Hong Kong, Presiden Tiongkok Xi Jinping akhirnya bertemu dengan Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam di Shanghai Senin (4/11). Dalam pertemuan tersebut, Xi menyatakan kepercayaannya yang tinggi terhadap Lam untuk mengatasi demonstrasi yang meletus di Hong Kong sejak Juni lalu.

Xi mengatakan bahwa Lam telah banyak melakukan kerja keras dan berusaha untuk menstabilkan situasi di Hong Kong. “Xi menyuarakan kepercayaan tingkat tinggi pemerintah pusat Tiongkok terhadap Lam dan pengakuan penuh atas pekerjaannya dan tim pemerintahannya,” terang kantor berita resmi negara Tiongkok tersebut.

“Mengakhiri kekerasan dan kekacauan, serta memulihkan ketertiban tetap menjadi tugas paling penting bagi Hong Kong saat ini,” tambah Xi.

Xi juga menyerukan upaya efektif guna meningkatkan kehidupan masyarakat dan dapat berdialog dengan semua sektor masyarakat.

Perwakilan tunggal Hong Kong untuk Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional Tiongkok, Tam Yiu-chung, mengatakan pertemuan antara Xi dan Lam tersebut akan membantu menghilangkan rumor yang menyebut Beijing berusaha mencari pengganti Lam sebagai Kepala Eksekutif Hong Kong.

Namun, seorang anggota parlemen oposisi di Hong Kong, Claudia Mo, mengatakan bahwa pertemuan tersebut tak ubahnya seperti pertunjukkan boneka dan banyak pendukung demokrasi mungkin akan kecewa melihat upaya Xi merangkul Lam. “Beijing sekarang akan semakin memperketat cengkeramannya atas Hong Kong dan membuat segalanya menjadi lebih buruk di sini. Ini pertunjukan boneka,” pungkasnya.

Seorang pengamat politik Tiongkok yang berbasis di Hong Kong, Willy Lam, mengatakan Beijing hanya menunjukkan dukungan sementara terhadap Carrie Lam. “Itu tidak berarti bahwa mereka menyukai Carrie Lam, atau itu tidak berarti bahwa mereka sangat menghargai pekerjaannya,” tutur Willy.

Pertemuan Xi dan Lam dilangsungkan setelah akhir pekan lalu kekerasan kembali terjadi di Hong Kong, yang ditandai dengan serangan pisau dan perusakan kantor cabang berita resmi Tiongkok, Xinhua.

Sebelumnya, muncul spekulasi bahwa Beijing tengah bersiap untuk mencopot jabatan Lam sebagai Pemimpin Eksekutif Hong Kong sebagaimana otoritas Hong Kong berjuang untuk dapat mengendalikan demonstrasi yang telah mengguncang Hong Kong selama lima bulan. (AFP/Uca/I-1)

BERITA TERKAIT