05 November 2019, 23:20 WIB

Jumlah Pengangguran di DKI Turun Tipis


MI | Megapolitan

ANTARA
 ANTARA
Jumlah Pengangguran di DKI Turun Tipis

BADAN Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta mencatat terjadi migrasi sektoral cukup besar di Jakarta pada 2019. Migrasi sektoral tersebut berdampak pada turunnya angka pengangguran di Ibu Kota.

Kepala BPS DKI Jakarta Buyung Airlangga mengatakan pada periode Agustus 2018- Agustus 2019 tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun 0,02% dari 6,24% menjadi 6,22%.

“Penurunan ini terjadi karena migrasi sektoral khususnya di sektor akomodasi dan transportasi. Dari yang kerja formal atau karyawan menjadi pengusaha atau informal,” ujar Buyung, di kantonya, kemarin.

Dia merinci pada Agustus 2019, terjadi peningkatan moda transportasi daring. Menjadi 11,5% dari 10,67% pada 2018 (yoy/year on year). Di waktu yang sama sebagian besar penduduk bekerja di sektor perdagangan yakni 1,17 juta orang atau 24,12%.

“Pada Agustus 2019 68,45% penduduk bekerja pada kegiatan formal  dan persentase pekerja formal turun 1,37% dibandingkan pada 2018. Jadi memang di Jakarta pekerja formal mengalami penurunan,” ungkapnya.

Dari hasil temuan BPS Provinsi DKI Jakarta, jelas Buyung, migrasi sektoral dari kerja formal ke informal tersebut menurun menjadi  68,86% dari sebelumnya 69,82%. Sedangkan penyerapan tenaga hingga Agustus 2019 masih didominasi oleh penduduk dengan pendidikan SMA sederajat yakni 2,24 juta jiwa (46,33%).

“Tingkat pengangguran terbuka tertinggi ada di Jakarta Pusat sebesar 7,51% sedangkan tingkat partisipasi angkatan kerja tertinggi di Jakarta Utara 67,92%,” imbuhnya.

Lebih lanjut dijelaskan jumlah angkatan kerja meningkat 2,31% atau 116,26 ribu  jiwa sementara jumlah bukan angkatan kerja turun sebesar 1,47% (41,84 ribu jiwa).

“Penyebabnya jumlah penduduk kerja naik, pria meningkat 121,64 jiwa dan wanita berkurang 11,44 ribu jiwa,” ungkapnya.

Dari sisi pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta triwulan 3/2019 tumbuh 6,1%. Pertumbuhan tersebut lebih lambat dari triwulan 3/2018 sebesar 6,4%. Bila dilihat quarter-to-quarter (qtoq) perekonomian Jakarta tumbuh 3,36% lebih cepat dari triwulan 2/2019 yakni 1,66%.  “Percepatan pertumbuhan ekonomi Jakarta disebabkan oleh percepatan yang sangat signifikan pada lapangan usaha pengadaan listrik dan gas,” ungkapnya. (Sru/J-3)

BERITA TERKAIT