05 November 2019, 19:07 WIB

Rouhani Tegaskan Iran Akan Lanjutkan Pengayaan Uranium


Melalusa Sushtira Khalida | Internasional

AFP/Handout Iranian Presidency
 AFP/Handout Iranian Presidency
Presiden Iran Hassan Rouhani

PRESIDEN Iran Hassan Rouhani mengumumkan bahwa Iran akan melanjutkan memperkaya produksi uraniumnya.

Pengayaan uranium tersebut akan dilakukan di fasilitas bawah tanah Fordow, yang terletak di selatan Teheran. Keputusan Rouhani tersebut adalah kegagalan kembali Kesepakatan Nuklir Iran yang dibuat pada 2015 lalu.

"Mulai besok (Rabu), kami akan mulai menyuntikkan gas (uranium hexafluoride) di Fordow," terang Rouhani dalam pidato yang disiarkan oleh televisi pemerintah, Selasa (5/11).

Iran mengatakan seluruh proses akan dilakukan secara transparan dan disaksikan oleh inspektur dari pengawas darii Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

Langkah itu menjadi pengumuman keempat sejak Iran mulai merespon tindakan Amerika Serikat yang mengabaikan komitmen Kesepakatan Nuklir Iran.

Baca juga : Trump Umumkan Sanksi Baru untuk Iran

Iran telah berulang kali memperingatkan pihak-pihak yang masih terlibat dalam kesepakatan nuklir, yakni Inggris, Tiongkok, Prancis, Jerman, dan Rusia, bahwa kesepakatan tersebut hanya dapat terselamatkan jika mereka membantu Iran menghindari sanksi AS.

Uni Eropa memperingatkan bahwa dukungannya yang berkelanjutan untuk Kesepakatan Nuklir Iran tergantung pada pemerintah Iran dalam memenuhi komitmennya. Juru Bicara Kepala Diplomatik Uni Eropa, Maja Kocijancic, mengatakan, UE tetap berkomitmen pada Kesepakatan Nuklir Iran.

"Kami terus mendesak Iran untuk membatalkan langkah-langkah seperti itu tanpa penundaan dan untuk menahan diri dari langkah-langkah lain yang akan merusak perjanjian nuklir," terang Kocijancic kepada wartawan di Brussels, Senin (4/11).

"Namun kami juga konsisten mengatakan bahwa komitmen kami terhadap kesepakatan nuklir tergantung pada kepatuhan penuh oleh Iran," sambungnya.

Negara-negara Eropa telah berupaya menciptakan mekanisme yang akan memungkinkan perusahaan-perusahaan asing untuk terus melakukan bisnis dengan Iran tanpa dikenakan sanksi AS. Namun, upaya mereka sejauh ini agaknya gagal untuk memberikan dampak signifikan bagi Iran.

Baca juga : AS Kirim Pasukan ke Arab Saudi

Penangguhan semua pengayaan uranium di pabrik Fordow yang terletak di timur laut kota Qom, merupakan salah satu pembatasan program nuklirnya yang dijalankan Iran sebagai imbalan atas pencabutan sanksi internasional.

Rouhani mengingat kembali bahwa di bawah Kesepakatan Nuklir Iran pada 2015 lalu, Iran telah menahan lebih dari 1.000 mesin sentrifugal pengayaan uraniumnya.

Namun, Kesepakatan Nuklir Iran telah gagal sejak Presiden AS Donald Trump mengumumkan penarikan diri AS dari kesepakatan tersebut yang diikuti oleh penerapan kembali sanksi terhadap Iran.

Langkah AS tersebut membuat Iran pada awal tahun ini mengatakan pihaknya akan mengurangi komitmennya secara bertahap kecuali AS mencabut pemberlakuan sanksi ekonomi terhadap Iran. (AFP/OL-7)

BERITA TERKAIT