05 November 2019, 18:19 WIB

Kementerian BUMN Bentuk TPA untuk Pilih Dirut Inalum


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

MI/Ramdani
 MI/Ramdani
Erick Thohir

MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir akan melibatkan tim penilai akhir akademik (TPA) untuk mencari sosok yang tepat menjadi Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alimunium (Inalum).

"Saya rasa 25-30 perusahaan yang besar berdasarkan aset dan pendapatan ya memang sebaiknya di TPA biar transparan pemilihannya dan juga pihak yang mendapat kesempatan memimpin bisa benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik," katanya di Jakarta, Selasa (5/11).

Hal itu, kata Erick, dilakukan agar sosok yang menjadi Dirut Inalum merupakan orang yang benar-benar memahami bidang pekerjaan di perseroan.

"Jangan hanya, mohon maaf, seperti saya selalu bilang, mau duduk di jabatan tapi enggak berkeringat. Berkeringat bukan berarti politik ya, maksudnya enggak mau kerja dan saya harapkan mohon maaf ya, hari ini dan semua juga banyak toerbosan-terobosan," jelas Erick.

 

Baca juga: Erick Thohir Bentuk Tim Satuan Tugas Kereta Cepat

 

Lebih lanjut, ia mengatakan, kriteria yang dicari untuk menjadi Dirut Inalum ialah sosok yang memiliki latar belakang keuangan yang kuat.

"Sebagai holding dia harus mengerti kondisi keuangan dari anak perusahaan," tutur Erick.

Selain itu, sosok yang dicari ialah orang yang mengerti soal seluk beluk industri pertambangan.

"Karena ini banyak industri pertambangan, ya kita harapkan orang yang punya backgorund di pertambangan apalagi deverikasinya di anak perusahaan cukup berbeda seperti ada antam, batu bara dan lain-lain," tandas Erick.

Diketahui, saat ini posisi Dirut PT Inalum tengah kosong setelah ditinggal oleh Budi Gunadi Sadikin yang kini menjadi wakil menteri BUMN. Selain PT Inalum, PT Bank Mandiri juga merupakan perusahaan milik negara yang tengah kosong kursi Dirutnya.

Namun Erick mengungkapkan, Dirut Bank Mandiri akan segera diumumkan pada rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 8 Desember.

"Dirut mandiri sudah putus, kita tunggu saja di RUPStanggal 8 Desember," ujarnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT