06 November 2019, 01:05 WIB

Berlarilah walau hanya Berlari Kecil


Irana Shalindra | Weekend

Unsplash/Stage 7
 Unsplash/Stage 7
Menurut WHO,  orang dewasa berusia 18 sampai 64 tahun harus meluangkan 150 menit latihan sedang atau 75 menit latihan intens saban pekan.

Ingin berlari tapi hanya punya sedikit waktu? Tak masalah! Lekas ambil sneakers Anda, dan mulai berlari, bahkan meski hanya sekadar lari-lari kecil alias jogging.

Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa olahraga lari apa pun dapat mengurangi risiko kematian dini.

Dalam analisis terhadap 14 studi mengenai aktivitas lari sebelumnya --dari AS, Inggris, Cina, dan Denmark-- sekelompok peneliti dari lembaga di Australia, Thailand, dan Finlandia menyimpulkan bahwa peningkatan partisipasi berlari "berpeluang mengarah pada peningkatan substansial dalam kesehatan dan usia panjang masyarakat."

Studi yang mereka gunakan melibatkan 232.149 peserta selama periode waktu mulai dari 5,5 hingga 35 tahun.

Secara keseluruhan, orang-orang yang berlari dalam jarak berapa pun secara rutin memiliki risiko kematian 27% lebih rendah daripada mereka yang tidak berlari sama sekali. Berlari juga dikaitkan dengan risiko kematian yang 30% lebih rendah akibat penyakit kardiovaskular dan kanker. Masing-masing turun 30% dan 23%.

Studi sebelumnya telah menghasilkan "temuan yang tidak konsisten" tentang apakah berlari dapat menurunkan risiko kematian dini, menurut para peneliti. Peneliti utama Ċ½eljko Pedišic, seorang profesor di Victoria University di Melbourne, mengatakan kepada CNN, "Temuan kami dapat memotivasi individu yang secara fisik tidak aktif untuk berlari, dan mereka yang sudah berlari untuk terus melakukannya."

Dia menambahkan bahwa dokter dan pegiat hidup sehat "dapat didorong oleh temuan kami untuk mempromosikan berlari sebagai bagian dari 'gaya hidup pengobatan'."


Dalam makalah mereka, yang akan diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine, para peneliti mengatakan para profesional kesehatan kadang-kadang berhati-hati mempromosikan lari karena aktivitas yang intens telah dikaitkan dengan henti jantung mendadak.

Pedišic dan timnya menyangkal hal tersebut dengan mengatakan bahwa manfaat yang didapat dari olahraga lari melebihi risikonya. Namun, mereka juga mengemukakan, rekomendasi harus diberikan berdasarkan kasus per kasus, karena berlari mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Dan meskipun berlari memiliki manfaat kesehatan yang jelas secara keseluruhan, para peneliti menunjukkan bahwa "dosis" berlari yang lebih tinggi belum tentu mengurangi risiko kematian dini.

Menurut pedoman Organisasi Kesehatan Dunia, orang dewasa berusia antara 18 dan 64 harus meluangkan 150 menit latihan sedang atau 75 menit latihan intensif setiap minggu. (M-2)

BERITA TERKAIT