05 November 2019, 17:48 WIB

Gamelan Diusulkan Warisan Budaya UNESCO


Ardi Teristi | Humaniora

ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/aww.
 ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/aww.
Gamelan 

PADA 2021, Indonesia akan mengusulkan gamelan untuk menjadi warisan budaya tak benda (Intangible cultural heritage) UNESCO.

"Kami harus memilih satu untuk diusulkan setiap dua tahun. Untuk 2021, kami akan mengusulkan gamelan," kata Kepala Sub Direktorat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Binsar Simanullang, di sela-sela acara 7th ASEAN Traditional Textile Symposium (ATTS), hari ini.

Pihaknya saat ini sedang melengkapi dengan foto, video, dan berkas-berkas yang dibutuhkan untuk meyakinkan UNESCO. Salah satu institusi yang digandeng untuk melengkapi data-data tersebut adalah ISI Solo

Sementara itu, pada 2019 ini, Indonesia sudah mengajukan pencak silat untuk Intangible cultural heritage UNESCO. Pengumumannya akan disampaikan dalam sidang UNESCO di Bogota, Kolombia pada Desember ini.

Ia mengatakan predikat dari UNESCO berpengaruh terhadap kelestarian budaya tersebut. Tari Saman, contohnya. Sebelum ditetap warisan budaya oleh UNESCO, peminat tari Saman sedikit. Namun, setelah ditetapkan sebagai warisan budaya oleh UNESCO, peminat tari Saman meningkat signifikan.

Binsar juga menyampaikan, untuk mengantisipasi klaim negara lain atas warisan budaya Indonesia, pencatatan adalah hal yang sangat penting. Oleh sebab itu, pihaknya telah melakukan pencatatan dan penetapan warisan budaya.

Contohnya, Kementerian Pendidikan & Kebudayaan hingga tahun 2019 ini telah menetapkan 39 wastra Nusantara menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia, diantaranya batik, ulos, tenun ikat dan songket.

Ia mengatakan, acara simposium internasional semacam ini juga bisa mengantisipasi pengakuan negara lain atas warisan budaya Indonesia. Lewat simposium internsional, dunia akan tahu kekayaan budaya Indonesia. (OL-11)

 

BERITA TERKAIT