05 November 2019, 16:18 WIB

Lemhannas: Media Berperan Mengawal Demokrasi


Golda Eksa | Politik dan Hukum

MI/ Adam Dwi
 MI/ Adam Dwi
Gubernur Lemhanas Agus Widjojo (kanan) 

LEMBAGA Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI tidak dapat berjuang sendiri dalam mengawal demokrasi dan menjamin keutuhan NKRI. Partisipasi seluruh komponen bangsa, termasuk media sangat dibutuhkan guna merealisasikan harapan tersebut.

Demikian disampaikan Gubenur Lemhannas Letjen (Purn) Agus Widjojo disela-sela acara Forum Komunikasi Pimpinan Lemhannas RI dengan Pemimpin Redaksi Media Massa, di Gedung Lemhannas, Jakarta, Selasa (5/11).

Menurut dia, selama ini Lemhannas aktif menyuarakan kepada seluruh komponen bangsa yang telah mengikuti pendidikan dan pemantapan nilai-nilai kebangsaan. Imbauan itu agar mereka dapat bersikap arif dan bijaksana dalam berpola pikir, pola sikap, dan pola tindaknya yang berpedoman pada nilai kebangsaan.

"Namun, selain itu Lemhannas RI juga merangkul media yang saat ini dapat dikatakan sebagai pilar demokrasi untuk bersinergi peran dalam menjaga keberlangsungan kehidupan bermasyarakat dan bernegara," ujar Agus.

Agus berharap melalui forum diskusi tersebut, Lemhannas RI dan media nantinya dapat bersinergi melalui peran masing-masing, terutama dalam memberikan kontribusi positif kepada bangsa dan negara.

Selama perhelatan pesta demokrasi 2019 hingga saat ini, sambung dia, Lemhannas sebagai salah satu lembaga pemerintah nonkementerian memiliki tanggung jawab moril untuk menjaga keutuhan NKRI melalui tugas dan fungsinya.

Tugas itu ialah menyelenggarakan pendidikan penyiapan kader dan pemantapan pimpinan tingkat nasional, pemantapan nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam empat konsensus dasar bangsa dan ikut berperan aktif dalam menciptakan situasi yang kondusif.

Menurut dia, potensi konflik perpecahan yang mengancam kerukunan pascapelaksanaan Pilpres 2019 sudah mulai mereda seiring para kontestan menunjukkan sikap kenegarawannya mengadakan pertemuan.

"Pertemuan itu menimbulkan ekses telah berakhirnya kontestasi politik yang sempat menimbulkan keresahan di masyarakat. Kini tokoh yang dulu bersaing dalam kompetisi telah bersatu untuk menjalankan pemerintahan," tandasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT