05 November 2019, 15:57 WIB

Badan Kehormatan DPRD DKI Panggil William Terkait Anggaran Ganjil


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

MI/ Saskia Anindya Putri
 MI/ Saskia Anindya Putri
William Aditya Sarana.

WAKIL Ketua Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Oman Rohman Rakinda mengungkapkan pihaknya akan memanggil Anggota DPRD Fraksi PSI, William Aditya Sarana.

Pemanggilan tersebut terkait penyampaian William perihal temuan anggaran lem aibon sebesar Rp82,8 miliar.

"Kami tadi sudah kuorum, sepakat mengundang saudara William untuk menjelaskan kepada kami di BK. Sebetulnya apa yang terjadi. Ini terkait laporan dari masyarakat tentang dugaan pelanggan etik ya," jelas Oman di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (5/11).

 

Baca juga: William: Demi Rakyat Saya Siap Kehilangan Jabatan

 

Oman menyatakan bahwa pihaknya belum mengambil kesimpulan apakah tindakan Wiliam sudah menyalahi kode etik atau tidak. Namun, ia menilai memang ada aturan etik antara hubungan kerja DPRD dengan Pemprov DKI.

"Memang kita diminta untuk kritis. Tapi, apa yang disampaikan oleh William itu bagus kritis, tapi berikutnya kritisnya harus adil, profesional dan proporsional. Nah ini yang akan kita dalami," terang Oman.

Menurut Oman, William bisa dikenakan kena sanksi dugaan pelanggaran kode etik atae Keputusan DPRD DKI Jakarta Nomor 34/2006 Pasal 13 ayat 2.

"Kita dalami belum sampai melanggar etik atau gimana hanya ada aturan di DPRD etik pasal 13. Inikan kaitannya dengan SKPD. Artinya pembahasan DPRD itu menyangkut hubungan anggota DPRD dengan eksekutif," kata Oman

"Aduan itu dilanggar atau melanggar etik itu belum kita sampaikan. Kita memberikan kesempatan kepada saudara William untuk menjelaskan kepada kami," tandasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT