05 November 2019, 15:30 WIB

William: Demi Rakyat Saya Siap Kehilangan Jabatan


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

MI/SASKIA ANINDYA PUTRI
 MI/SASKIA ANINDYA PUTRI
Anggota DPRD fraksi PSI William Aditya Sarana

ANGGOTA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), William Aditya Sarana angkat bicara soal pemanggilan dirinya ke Badan Kehormatan. Pemanggilan tersebut mengenai penjelasan William soal usulan anggaran lem aibon sebesar Rp82,8 miliar.

"Saya siap menjalani proses nya, demi transparansi anggaran saya siap mempertaruhkan jabatan saya," kata William saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (5/11).

PSI DKI selama ini kencang meminta Gubernur Anies Baswedan untuk transparan dengan mengunggah dokumen Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020.

Baca juga: Persoalan Utama Anies ialah Transparansi Anggaran

William dilaporkan oleh Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari Maju Kotanya Bahagia Warganya (Mat Bagan), Sugiyanto selaku relawan Anies. Ia dianggap melanggar kode etik kerja DPRD karena menyebarkan informasi itu di media sosialnya.

"Itu hak beliau melaporkan saya," kata William.

Diketahui, Wakil Ketua Badan Kehormatan DPRD DKI Jakarta, Oman Rohman Rakinda mengungkapkan pihaknya akan memanggil Anggota DPRD Fraksi PSI, William Aditya Sarana.

Pihaknya belum mengambil kesimpulan apakah tindakan Wiliam sudah menyalahi kode etik atau tidak. Namun, ia menilai memang ada aturan etik antara hubungan kerja DPRR dengan Pemprov DKI.

"Memang kita diminta untuk kritis. Tapi, apa yang disampaikan oleh William itu bagus kritis, tapi berikutnya kritisnya harus adil, profesional dan proporsional. Nah ini yang akan kita dalami," terang Oman. (OL-4)

BERITA TERKAIT