05 November 2019, 14:19 WIB

UNS Kukuhkan Tiga Guru Besar Sekaligus


Ferdinand | Humaniora

ist
 ist
ist

UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) kukuhkan tiga guru besar sekaligus dalam sidang senat terbuka di auditorium GPH Haryo Mataram, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Tiga guru besar itu yakni Suciati dibidang pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Leo Agung S bidang ilmu pendidikan dan Istadiyantha yang menjadi guru besar di bidang ilmu kajian timur tengah.

Suciati menyampaikan pidato pengukuhan Teknik Scaffolding pada Pembelajaran IPA Berorientasi Inkuiri: Implikasinya Terhadap Kemampuan Berpikir Ilmiah. Dia menyatakan, teknik scaffolding efektif untuk pembelajaran IPA berorientasi inkuiri yang menekankan pendekatan saintifik.

"Karena siswa diajak untuk berproses untuk menemukan dan membangun konsep melalui pengalaman berinteraksi dengan lingkungan secara mandiri," katanya.

Leo Agung S menyoroti soal pendidikan karakter. Melalui pidato pengukuhan Pendidikan Karakter sebagai Fondasi Keterampilan Abad 21. Menurutnya, pendidikan karakter harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.

Hal itu akan membuat seorang anak cerdas emosinya sebagai bekal penting dalam menyosong masa depan. Kecerdasan emosi membuat si anak lebih mudah dan berhasil menghadapi segala tantangan kehidupan, termasuk secara akademis.

"Pendidikan karakter harus melibatkan semua komponen dan stakeholders. Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus yang melibatkan aspek pengetahuan, perasaan, dan tindakan," katanya.

Sementara, Istadiyantha menyampaikan pidato pengukuhan Pemaknaan Baru Terhadap Hubungan Indonesia Timur Tengah Dalam Rangka Menyongsong Era 5.0. Dia mengusung gagasan perlunya pemaknaan baru atas hubungan Indonesia-Timur Tengah.

"Pemaknaan baru akan meningkatkan jalinan kerja sama dengan Timur Tengah. Selama ini kerja sama Indonesia-Timur Tengah lebih banyak terkait religius dan pendidikan. Padahal, di luar itu banyak hal positif lain yang bisa digali," katanya. (OL-11)

 

BERITA TERKAIT