05 November 2019, 14:01 WIB

Zakat Bisa Dimanfaatkan Warga Miskin Bayar BPJS Kesehatan


Bayu Anggoro | Nusantara

MI/Bayu Anggoro
 MI/Bayu Anggoro
Sekjen World Zakat Forum, Bambang Soedibyo mengatakan warga miskin bisa memanfaatkan zakat untuk membayar BPJS Kesehatan. 

SEKRETARIS Jenderal World Zakat Forum Bambang Soedibyo memastikan penggunaan zakat bisa digunakan untuk menambal defisit iuran asuransi kesehatan yang dialami Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan). Dia menilai, rencana pemerintah yang akan menaikkan pembayaran premi hingga dua kali lipat bisa diatasi dengan penggunaan
zakat terutama untuk warga miskin.

"Sangat mungkin zakat dipakai untuk menolong fakir miskin yang tidak mampu membayar iuran BPJS," kata Bambang usai membuka World Zakat Forum International Conference 2019, di Bandung, Selasa (5/11/2019).

Bambang memastikan, zakat bisa digunakan untuk membayar iuran BPJS Kesehatan khususnya warga miskin. Selama tidak melanggar aturan yang tertera dalam fiqih, menurutnya penggunaan ini tidak masalah.

"Yang enggak fakir miskin, enggak bisa pakai dana zakat," katanya.

Namun, dia tidak merinci seperti apa mekanisme penggunaannya jika memang benar akan dilakukan. Lebih lanjut, dia menambahkan saat ini manajemen pengelolaan zakat harus lebih akrab dengan digitalisasi. Penerapan perkembangan teknologi dan informasi ini sangat penting baik untuk memaksimalkan penghimpunan maupun penyaluran zakat.

Selain itu, penggunaan sistem digital ini membuat para pemberi zakat akan lebih mudah dalam mengawasi penyaluran donasi yang diberikannya tersebut.

"Dengan digital juga, bisa semakin mudah dalam mengampanyekan kepada masyarakat tentang pentingnya zakat," katanya.

Bambang melanjutkan pada 2019 diperkirakan penghimpunan zakat di Indonesia mencapai Rp10 triliun. Angka ini meningkat sekitar 2-2,5% dari tahun sebelumnya sebesar Rp8 triliun. Menurut dia, dalam setiap tahunnya jumlah penyerapan zakat terus meningkat. Namun, dia mengakui jumlah ini belum maksimal jika dibanding dengan potensi yang ada. Ini dikarenakan belum maksimalnya kesadaran masyarakat muslim dalam membayar zakat.

baca juga: Sejumlah Wilayah Di Pangkalpinang Mulai Banjir

"Kendalanya sebetulnya masalah kesadaran umat Islam. Zakat itu, bagi umat Islam sangat penting. Kewajiban berzakat mengikuti perintah salat, diulang-ulang sampai 27 kali," tegasnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT