05 November 2019, 13:33 WIB

Airlangga Sebut Resesi Hong Kong tak Beri Pengaruh ke Indonesia


M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
 ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) bersiap mengikuti ASEAN Economic Community (AEC) Council Meeting ke-18

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan resesi yang terjadi di Hong Kong tidak akan berpengaruh signifikan pada perekonomian dalam negeri.

"Perekonomian Indonesia, kita kan punya domestic market yang cukup bagus. Memang selama ini Singapura dan Hong Kong sudah slow down terkait dengan banyaknya persoalan internal," ujar Airlangga di kantornya, Jakarta, Selasa (5/11).

Terlebih, pemerintah Indonesia telah ikut membahas membuka blok perdagangan baru dengan 15 negara di Asia melalui Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

"Kemarin kita bahas terkait blok baru yang namanya RCEP ini kan East Asia Free Trade Agreement. Ini adalah terbesar dibanding seluruh blok perdagangan. Makanya kemarin dalam pembicaraan, 15 negara sudah setuju dan untuk berbagi tax, tinggal kita legal scrubbing dan dia punya waktu untuk berbicara secara internal," jelas Airlangga.

Baca juga: RCEP Jadi Tameng Ekonomi Kawasan

Oleh karenanya, resesi yang dialami Hong Kong dinilai tidak akan berpengaruh kepada Indonesia. Sebab dengan RCEP, lingkup perdagangan akan jauh lebih luas dibanding dengan Hong Kong.

Terlebih jalur perdagangan antara Indonesia dengan Tiongkok tidak lagi melalui Hong Kong. Sehingga apa yang terjadi di Hong Kong tidak lagi memengaruhi perdagangan Indonesia dengan negeri Tirai Bambu itu.

"Hong Kong kan dulu dijadikan transhipment ke Tiongkok, tapi sekarang fungsinya sudah banyak berubah karena sekarang perdagangan dengan Tiongkok langsung," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT