05 November 2019, 13:06 WIB

Geliat Bank Sampah di Kota Malang


Ardi Teristi Hardi | Nusantara

MI/Ardi Teristi Hardi
 MI/Ardi Teristi Hardi
Seorang karyawan Bank Sampah Kota Malang sedang memilah jenis-jenis sampah yang siap dijual.

SEBUAH tanah seluas kira-kira 300 meter persegi di Jalan S Supriyadi No.38  Kecamatan Sukun, Kota Malang tampak dipenuhi dengan tumpukan sampah, dari botol plastik hingga kardus. Semua telah tersusun berdasarkan jenis-jenisnya.

"Di sini aktivitasnya dari Senin sampai Sabtu, sedangkan hari Minggu tutup," kata Dayinta Mega Nurmala bagian Pemberdayaan dan Operasional Bank Sampah, Kamis (31/10).

Bank sampah hanya mengandalkan dua alat transportasi, yaitu satu truk dan satu mobil bak terbuka. Dalam sehari mereka bisa  mengambil hingga tiga ton sampah yang sudah dipilah dari 6-7 titik penjemputan. Sampah yang tiba di Bank Sampah sudah terpilah. Pekerja di Bank Sampah pun masih memilah lagi karena ada bagian-bagian yang harus dipisahkan. Misalnya, label plastik yang ada di botol plastik dilepaskan dari botolnya. Untuk penjualan sampah, mereka kerja sama dengan perusahaan pembeli sampah.

"Perusahaan-perusahaan yang ada tinggal datang dan membeli sampah yang ada sesuai dengan harga yang tertera," kata dia.

Geliat Bank Sampah di Kota Malang sejak November 2011. Kini Bank Sampah tersebut telah melayani 625 unit dengan 32 ribu nasabah di Malang Raya. Walau memiliki jangkauan yang luas, Bank sampah di kantor pusat ini hanya mempekerjakan 15 orang. Kantor pusat administrasi Bank Sampah berada di sebelahnya.

Laiknya bank pada umumnya, di dalamnya ada teller yang berjaga melayani nasabah untuk menabung sampah. Hasil tabungan nasabah bisa dipotong digunakan untuk membayar listrik, telepon, PDAM ataupun membeli pulsa. Transaksi uang di bank sampah sekitar Rp3 juta per minggu. Di kantor tersebut juga terdapat berbagai barang olahan sampah, dari tas hingga pakaian karnaval.

"Barang kerajinan sampah itu dibuat oleh masyarakat dan dijual," kata dia.

Kepala Bidang Kemitraan dan Kerjasama Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang menjelaskan, Bank Sampah Kota Malang merupakan koperasi binaan dari Pemerintah Kota Malang. Omzet Bank Sampah Kota Malang saat ini mencapai angka Rp300 juta dalam setahun. Bank Sampah ini sudah memiliki 70 lebih klasifikasi sampah yang dapat dijual dan harga tertera jelas. Pengaturan harga untuk berbagai jenis sampah anorganik juga sangat detail sehingga ada kepastian dan kesamaan harga ketika masyarakat menyetor sampah mereka.

“Bank sampah untuk saat ini belum menangani sampah organik. Apalagi sampah yang masuk kategori B3,” jelas Rachmat.

baca juga: Petani Sawah Tadah Hujan Siap Tingkatkan Produksi Padi

Di tengah keberhasilan yang dicapai, Bank Sampah Kota Malang hingga saat ini hanya mampu mengurangi 2% dari sekitar 600 ton sampah yang dihasilkan Kota Malang setiap hari. Walau masih kecil, hal paling penting dari Bank Sampah adalah kepedulian masyarakat terhadap sampah yang mereka hasilkan, sehingga mau mengelola sampah dari rumah. (OL-3)

BERITA TERKAIT