05 November 2019, 12:21 WIB

Xi Jinping Beri Kepercayaan Penuh Kepada Carrie Lam


Melalusa Susthira K | Internasional

China Central Television (CCTV) / AFP
 China Central Television (CCTV) / AFP
Video yang dirilis China Central Television (CCTV) menunjukkan Presiden Xi Jinping (kakan) bersalaman dengan Pemimpin Hong Kong Carie Lam.

SETELAH berbulan-bulan kericuhan unjuk rasa melanda Hong Kong, Presiden Tiongkok Xi Jinping akhirnya bertemu dengan Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam di Shanghai, Tiongkok, Senin (4/11).

Dalam pertemuan tersebut, Xi menyatakan kepercayaannya yang tinggi terhadap Lam untuk mengatasi demonstrasi yang meletus di Hong Kong sejak Juni lalu.

Seperti yang dilansir Xinhua, Xi mengatakan bahwa Lam telah banyak melakukan kerja keras dan berusaha untuk menstabilkan situasi di Hong Kong.

"Xi menyuarakan kepercayaan tingkat tinggi pemerintah pusat Tiongkok terhadap Lam dan pengakuan penuh atas pekerjaannya dan tim pemerintahannya," terang kantor berita resmi negara Tiongkok tersebut.

"Mengakhiri kekerasan dan kekacauan, serta memulihkan ketertiban tetap menjadi tugas paling penting bagi Hong Kong saat ini," tambah Xi.

Xi juga menyerukan upaya efektif guna meningkatkan kehidupan masyarakat dan dapat berdialog dengan semua sektor masyarakat.

Perwakilan tunggal Hong Kong untuk Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional Tiongkok, Tam Yiu-chung, mengatakan pertemuan antara Xi dan Lam tersebut akan membantu menghilangkan rumor yang menyebut Beijing berusaha mencari pengganti Lam sebagai Kepala Eksekutif Hong Kong.

"Xi pasti sangat sibuk di Shanghai, di mana ada begitu banyak pemimpin negara yang harus dia temui. Namun, ia masih meluangkan waktu untuk Lam," kata Tam.

"Jadi pesan kepeduliannya jelas. Xi memberi Lam pengakuan yang sepatutnya, tetapi tidak ada banyak pujian dalam laporan itu karena bagaimanapun situasinya masih belum tenang," ujar Tam.

Namun, seorang anggota parlemen oposisi di Hong Kong, Claudia Mo, mengatakan bahwa pertemuan tersebut tak ubahnya seperti pertunjukkan boneka dan banyak pendukung demokrasi mungkin akan kecewa melihat upaya Xi merangkul Lam.

"Beijing sekarang akan semakin memperketat cengkeramannya atas Hong Kong dan membuat segalanya menjadi lebih buruk di sini. Ini pertunjukan boneka," pungkasnya kepada AFP.

Adapun, seorang pengamat politik Tiongkok yang berbasis di Hong Kong, Willy Lam, mengatakan Beijing hanya menunjukkan dukungan sementara terhadap Carrie Lam untuk saat ini.

"Itu tidak berarti bahwa mereka menyukai Carrie Lam, atau itu tidak berarti bahwa mereka sangat menghargai pekerjaannya," tutur Willy.

Dalam pertemuan Partai Komunis Tiongkok di Beijing pekan lalu, para pemimpin partai sepakat untuk meningkatkan mekanisme penunjukan dan pencopotan kepala eksekutif serta pejabat tinggi Daerah Administratif Khusus Hong Kong oleh pemerintah pusat Tiongkok.

Selain itu, pemimpin partai juga sepakat untuk lebih meningkatkan sistem pemerintahan pusat di Hong Kong dan tidak akan memberikan toleransi setiap penolakan atau penentangan terhadap sistem pemerintahan Hong Kong di bawah prinsip 'Satu Negara, Dua Sistem'.

Pertemuan Xi dan Lam dilangsungkan setelah akhir pekan lalu kekerasan kembali terjadi di Hong Kong, yang ditandai dengan serangan pisau dan perusakan kantor cabang berita resmi Tiongkok, Xinhua, di Hong Kong.

Sebelumnya, muncul spekulasi bahwa Beijing tengah bersiap untuk mencopot jabatan Lam sebagai Pemimpin Eksekutif Hong Kong sebagaimana otoritas Hong Kong berjuang untuk dapat mengendalikan demonstrasi yang telah mengguncang kota semi otonom tersebut selama lima bulan. (AFP/OL-09)

BERITA TERKAIT