05 November 2019, 12:18 WIB

Petani Sawah Tadah Hujan Siap Tingkatkan Produksi Padi


Ferdinandus Rabu | Nusantara

MI/Ferdinandus Rabu
 MI/Ferdinandus Rabu
Petani sawah tadah hujan sudah mempersiapkan lahan dan bibit menjelang memasuki musim hujan. 

MEMASUKI musim hujan sejumlah petani sawah tadah hujan di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur mulai mempersiapkan lahan, bibit hingga menyiapkan sumur tadah hujan.

Seperti yang terlihat pada upaya para petani sawah tadah hujan yang tergabung dalam Kelompok Tani Bela Bukit yang berada di Desa Aransina, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur. Para petani di desa ini sangat bergantung pada air hujan, sehingga akan memaksimalkan air hujan sebaik-baiknya untuk kepentingan pengairan sawah.

Ketua Kelompok Tani Bela Bukit Fransiskus, saat ditemui Selasa (5/11/2019), mengakui ada beberapa desa yang selalu mengalami kesulitan air, sehingga musim hujan sangat berarti bagi para petani sawah tadah hujan di daerah ini.

Sudah sebulan lalu para petani mulai melakukan sejumlah persiapan menyongsong datangnya musim hujan. Termasuk mulai membangun koordinasi dengan pemerintah dan dinas pertanian untuk membantu petani memanfatkan air hujan untuk pengembangan lahan tanam.

baca juga: Bupati Sikka Evakuasi Dua Anak Penderita Gizi Buruk

"Sawah di desa kami dan sekitarnya merupakan sawah tadah hujan sehingga sangat mengandalkan air hujan untuk pengairan. Dan memasuki musim hujan ini, kami sudah membuka dan meyiapkan lahan baru untuk lahan tanam seluas 10 hektare di Palungan Duli. Kami akan memanfaatkan air hujan sebaik-baiknya untuk membantu pengairan di sawah kami. Tahun 2018, lahan tanam kami hanya 5 hektare dengan hasil padi berkisar 13 hingga 14 karung per hektare atau sekitar 3,5 ton untuk 5 hektare. Sehingga kami berharap untuk tahun ini ada peningkatan. Kami menyiapkan 10 hektare lahan tanam untuk meningkatkan hasil produksi padi kami, minimal naik hingga 5 atau 6 ton," kata Frans. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT