05 November 2019, 12:13 WIB

Bupati Sikka Evakuasi Dua Anak Penderita Gizi Buruk


Alexander P Taum | Nusantara

MI/Alexander P Taum
 MI/Alexander P Taum
Dua anak penderita gizi buruk dari Desa Namang Kewa, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka kini dirawat di  RSUD DR TC Hillers, Maumere.

BUPATI Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Roberto Diogo, mengevakuasi dua anak penderita gizi buruk dari Desa Namang Kewa, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Selasa (5/11/2019). Perintah evakuasi tersebut disampaikan Bupati Sikka, usai menjenguk kedua bocah itu di kediamannya.

Alfaris Yosin, 12 dan Rivaldus Rival, 10 adalah dua anak penderita gizi buruk asal Desa Namang kewa, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Mereka dievakuasi menuju RSUD DR TC Hillers Maumere guna menjalani perawatan intensif di ruang anak. Alfaris Yosin dan Rivaldus Rival, selama ini dirawat oleh Elisabet Ensi, saudari kandung dari ayah kedua anak ini. Orangtua kedua anak telah bercerai dan ayahnya merantau. Kedua anak ini diasuh sepenuhnya oleh Elisabet yang sehari-hari sebagai penenun sarung. Sedangkan suaminya sebagai penjual ikan keliling.

Elisabet dan suaminya harus menghidupi ketiga anaknya dan kedua keponakan yang menderita gizi buruk. Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo usai menjenguk kedua anak di RSUD TC Hillers mengatakan, persoalan stunting dan gizi buruk sangat dipengaruhi oleh pendapatan ekonomi keluarga.

"Saya melihat keluarga ini perlu dibantu, sehingga saya perintahkan untuk dievakuasi ke RSUD TC Hillers. Jangan pikirkan biayanya, tetapi saya minta dokter dan perawat untuk membantu semaksimal mungkin, mengatasi pasien gizi buruk ini," ujar Bupati Sikka.

Sementara itu, Mario B. Nara, dokter spesialis anak mengatakan bahwa kedua anak ini juga menderita cerebral palsy yang mempengaruhi perkembangan anak sejak lahir. Cerebral palsy adalah penyakit yang menyebabkan gangguan pada gerakan dan koordinasi tubuh.

baca juga: Ribuan Aparat Amankan Pilkades Serentak di 247 Desa di Rembang

“Penyakit ini bukan bawaan, tapi dimulai dari tahap awal kehidupan yaitu sejak lahir. Selain itu mereka mengalami infeksi paru-paru. Lalu salah satunya menderita demam atau typus. Dan satunya lagi mengalami anemia devisiensi besi atau kurang darah sehingga kondisi ini perlu kita perbaiki," kata Mario. (OL-3)

 

 

BERITA TERKAIT