05 November 2019, 12:08 WIB

Ribuan Aparat Amankan Pilkades Serentak di 247 Desa di Rembang


Akhmad Safuan | Nusantara

MI/Djoko Sardjono
 MI/Djoko Sardjono
Ribuan aparat keamanan siap mengamankan Pilkades serentak di Kabupaten Rembang, Jateng yang akan digelar pada Rabu (6/11/2019).

RIBUAN pasukan dari mulai kepolisian, TNI, Satpol PP hingga Linmas dikerahkan untuk mengawal dan pengamankan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 237 desa di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah pada Rabu (6/11/2019). Ribuan personel dari kepolisian, TNI, Satpol PP dan Linmas di Rembang menggelar apel kesiagaan pengamanan Pilkades yang dilangsungkan di Alun-Alun Rembang, Selasa (5/11/2019).

"Kepolisian telah memetakan kerawanan dalam pilkades besok dan dilakukan kewaspadaan ada sekitar empat titik rawan zona konflik,” kata Kepala Polres Rembang Ajun Komisaris Besar Dolly Arimaxionari Primanto.

Untuk mengantisipasi terjadinya konflik dalam pilkades, demikian Dolly Arimaxionari Primanto, para calon kepala desa yang akan berkompetisi telah mendapatkan sosialisasi agar bisa menjaga kerukunan dan keamanan. Para calon pun sudah berkomitmen dengan menggelar deklarasi untuk pelaksanaan pilkades damai.

"Kami juga mendapat bantuan kekuatan dari Polres di sekitar Rembang, Polda Jateng, Brimob dan Linmas," kata Dolly.

Bupati Rembang Abdul Hafidz meminta agar Pilkades serentak di Rembang berjalan aman. Ia juga meminta seluruh aparatur sipil negara untuk bersikap netral dan tidak terlibat dalam dukung mendukung calon tertentu.

"Jika tetap nekat tidak netral dan ikut dukung-mendukung calon, saya akan beri sanksi tegas sesuai ketentuan. Apalagi sampai ikut lakukan  money politic akan saya jatuhi sanksi berat," kata Abdul Hafidz.

baca juga: Pekerja Konstruksi di Aceh Wajib Ikut Sertifikasi Profesi

Namun demikian, Abdul Hafidz berhaap ASN tidak golput dan tetap menyuarakan suaranya di desa masing-masing. Sementara itu Sekretaris Daerah Rembang, Subakti mengatakan meskipun pelaksanaan pilkades serentak pada hari kerja namun tidak ada libur. Sehingga para ASN dapat mengatur waktu untuk melakukan pencoblosan di desa masing-masing.

"Mereka bisa mengambil hak suara dulu sebelum berangkat ke kantor," imbuhnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT