05 November 2019, 11:46 WIB

Jepang-Indonesia Lanjutkan Kerja Sama Infrastruktur dan SDM


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
 ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo (kiri) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (kanan) di pertemuan bilateral di sela-sela KTT ASEAN

PEMERINTAH Jepang dan Indonesia sepakat untuk meningkatkan dan melanjutkan kerja sama dalam sejumlah proyek pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) di Tanah Air.

Kesepakatan itu terjadi pafa pertemuan bilateral sekitar 20 menit antara Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Shinzo Abe di sela-sela KTT ASEAN di Bangkok, Thailand, Senin (4/11).

Presiden Joko Widodo menyampaikan ada empat prioritas pemerintahan Jokowi jilid II, Indonesia ingin melanjutkan kerja sama dengan Jepang di bidang pembangunan infrastruktur dan pembangunan SDM.

“Menanggapi hal ini, Perdana Menteri Abe juga akan melanjutkan kerja sama di bidang-bidang tersebut secara aktif,” ujar sebuah pernyataan yang disampaikan oleh Keduataan Jepang di Jakarta, Selasa (5/11).

Terkait pembangunan infrastruktur, Presiden Jokowi menyatakan Indonesia ingin melanjutkan kerja sama dengan Jepang dalam pembangunan MRT, jalur kereta api lintas utara Pulau Jawa serta pembangunan pelabuhan Patimban.

Abe pun menyambut baik beroperasinya MRT Jakarta yang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Jakarta. Ia pun berharap kerja sama dalam pembangunan MRT dapat terus dilanjutkan untuk jalur Timur-Barat.

Baca juga: Dubes Jepang Harap Indonesia-Jepang Selalu Jalin Konsultasi Erat

Selain itu, pemerintah Jepang juga akan memulai program peningkatan kapasitas dengan Bakamala tahun depan serta berencana memberikan sejumlah pinjaman dalam bentuk yen untuk mendukung perbaikan kebijakan dan sistem penanggulangan bencana serta penanggulangan banjir.

Dalam kesemptan ini, Abe juga menyambut baik diterimanya rencana pembangunan Lapangan Abadi Blok Masela yang diproyeksikan oleh INPEX Corporation.

Sementara mengenai pembangunan SDM, Jokowi menyebut Jepang sebagai mitra Indonesia untuk melanjutkan kerja sama di sektor ini. Karena itu, kerja sama di berbagai bidang terkait perlu dilanjutkan. Tawaran itu disambut dengan aktif oleh Abe.

“Kedua pemimpin negara menyepakati akan bekerja sama memulai kembali proyek pengembalian kerangka tentara Jepang yang gugur pada Perang Dunia Kedua di Indonesia,” tambahnya.

Selain itu, kedua pemimpin negara juga melakukan tukar pendapat tentang situasi regional termasuk situasi Korea Utara seperti peluncuran rudal balistik baru-baru ini, serta masalah Laut China Selatan.

Abe menyampaikan dukungan terhadap ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) dan mengatakan persoalan penculikan warga negara Jepang oleh Korea Utara merupakan prioritas utama bagi pemerintahannya serta meminta pengertian dan kerja sama Presiden Jokowi.

“Selanjutnya, kedua pemimpin negara menyetujui akan bekerja sama menuju penyelesaian negosiasi RCEP (Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional) secepat mungkin,” ungkap keterangan tersebut.

RCEP akan menjadi pakta perdagangan terbesar di dunia. Kemitraan ini beranggotakan 16 negara mencakup dari India hingga Selandia Baru dan mencakup 30% dari PDB global dan setengah dari penduduk dunia.(OL-5)

BERITA TERKAIT