05 November 2019, 11:35 WIB

Liverpool Tak Mau Hilang Fokus Jelang Lawan Genk


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Sepak Bola

 AFP/Paul ELLIS
  AFP/Paul ELLIS
Bek Liverpool Virgil van Dijk (kiri) dan Joe Gomez berkatih di Melwood, Liverpool, Inggris, Senin (4/11) jelang laga melawan KRC Genk.

LIVERPOOL akan sepenuhnya fokus pada lanjutan laga matchday 4 Grup E Liga Champions 2019-2020 melawan KRC Genk, pada Rabu (6/11/2019) dini hari.

Tim juara bertahan itu kemungkinan besar akan melakukan beberapa rotasi mengingat lawan berat menanti di lanjutan Liga Inggris akhir pekan nanti, yakni bertemu Manchester City.

Sang pelatih, Juergen Klopp mengaku tak ingin Mohamed Salah dkk. memikirkan terlebih dahulu laga big match melawan City. Ia ingin anak asuhnya untuk fokus mengalahkan Genk di kandang sendiri.

"Saya tidak ragu dengan pemain saya dan saya akan sedikit malu harus mengatakan kepada mereka untuk jangan berpikir tentang Man City”, kata Klopp.

Namun, Klopp tetap punya ambisi khusus untuk bisa memenangi kedua laga di pekan ini, khususnya melawan City karena Liga Inggris adalah target utamanya.

Liverpool sendiri punya modal apik sebelum bertanding melawan Genk. The Reds sanggup mengalahkan tuan rumah Aston Villa 2-1 di lanjutan Liga Inggris secara dramatis.

Klopp pun mendapatkan kabar bagus dari gelandang andalan, Fabinho yang bisa kembali bermain untuk pertandingan melawan Genk. Pemain asal Brasil sudah dimainkan Klopp sebagai pemain pengganti saat laga melawan Aston Villa.

Sementara sang kapten, Jordan Henderson kemungkinan besar akan diistirahatkan, dengan digantikan James Milner di lini tengah.

Sementara itu, kubu lawan sedang terpuruk sebelum bertandang ke markas Liverpool. Pasalnya, Genk tumbang 0-2 oleh Eupen di liga Utama Belgia.

Modal buruk ini semakin menyulitkan Genk untuk menghapuskan rekor kandang Liverpool yang tak terkalahkan sebanyak 23 laga di Eropa.

Modal Genk untuk berlaga di Anfield pun tidak menjanjikan. Sebelumnya, Genk telah kebobolan lima gol di masing-masing tiga pertandingan tandang Liga Champions mereka. Membuatnya menjadi tim pertama yang mencatat rekor buruk sejak 1992-93. (AFP/OL-09)

BERITA TERKAIT