05 November 2019, 10:47 WIB

REI NTT Bangun Rumah Untuk Warga Berpenghasilan Rendah


Palce Amalo | Nusantara

MI/Palce Amalo
 MI/Palce Amalo
REI NTT membangun 1.000 unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

SELAMA 2016-2019, DPD Real Estate Indonesia (REI) Nusa Tenggara Timur (NTT) membangun 1.000 rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Namun, rumah yang sudah dibangun tersebut masih sangat minim jika dibandingkan kesenjangan antara jumlah rumah yang terbangun dan kebutuhan masyarakat (backlog) yang mencapai 95.035 unit.

"Pada 2016, angka backlog rumah di NTT masih 134.000 unit. Kami harapkan di kepemimpinan REI NTT periode tiga tahun mendatang bisa terbangun minimal 15.000 unit rumah," kata Ketua DPD REI NTT Boby Pitoby kepada wartawan di Kupang, Selasa (5/11).

Jumlah itu belum termasuk rumah tidak layak huni di NTT yang mencapai 314.000 unit. Ini menjadi salah satu alasan tingginya angka kemiskinan di daerah itu.  Pasalnya dari 16 variabel kemiskinan, antara 8-9 variabel di antaranya berhubungan dengan perumahan. Jika masyarakat yang memiliki rumah layak huni terus bertambah, angka kemiskinan di NTT sebesar 12,8% pada 2019 menurun.

Menurut Boby, REI NTT juga bertanggungjawab mendukung program gubernur menurunkan angka kemiskinan sebesar satu digit atau sekitar 6% selama lima tahun, yakni lewat pembangunan rumah MBR. Dia menyebutkan pada 7 November mendatang, REI NTT akan menggelar musyarawah daerah (Musda) ke-8 untuk memilih ketua periode 2019-2022.
Diharapkan ketua REI yang baru dapat mewujudkan target pembangunan rumah sebanyak 15.000 unit tersebut.

Selain itu, anggota REI NTT selama tiga tahun terakhir juga bertambah menjadi 76 perusahaan dari sebelumnya 18 perusahaan. REI juga sudah masuk di 18 kabupaten dan kota di daerah itu dari sebelumnya hanya empat kabupaten dan kota.

"REI juga menggandeng perusahaan-perusahaan lokal untuk menjadi anggota untuk mendukung pemerintah. Bagaimana kita bisa menciptakan proyek sendiri tanpa harus bergantung kepada dana APBD dan APBN," kata Ketua Garda Pemuda NasDem NTT itu.

baca juga: Pemkab Klaten Rehab 2500 Unit Rumah Tidak Layak Huni

Tema Musda REI NTT ialah menyejahterakan masyarakat melalui pembangunan perumahan dijadwalkan dihadiri Ketua Umum REI dan salah satu dirjen
Kementerian PUPR dan Gubernur NTT Viktor Laiskodat. Ketua Panitia Musda REI NTT Frits Bessie menambahkan masa kepemimpinan pengurus REI yang terpilih dapat meningkatkan penyerapan rumah bersubsidi maupun program lainnya seperti Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). (OL-3)

 

BERITA TERKAIT