05 November 2019, 08:55 WIB

Menkes: Harga Obat di Indonesia masih Tinggi


Indriyani Astuti | Humaniora

MI/Ramdani
 MI/Ramdani
Menkes Terawan akan menindaklanjuti harga obat di Indonesia supaya bisa lebih murah dan terjangkau. 

MENTERI Kesehatan Terawan Agus Putranto melakukan pertemuan dengan Kepala BPOM Penny K. Lukito di gedung BPOM, Jakarta, pada Senin (4/11). Mereka membahas pengawasan dan harga obat di Indonesia. Terawan mengatakan bahwa mengatasi harga obat yang tinggi menjadi salah satu yang diamanatkan Presiden kepadanya.

"Harga obat yang tinggi berarti ada sesuatu yang harus ditindaklanjuti," kata Terawan dalam keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Selasa (5/11/2019).

Menkes Terawan mengatakan harga obat bisa murah apabila ada pesaing, regulasi yang tidak rumit, kejelasan regulasi, dan daya beli maayarakat yang tinggi.

"Masalah regulasi, yang penting tidak boleh salah, karena kalau salah akan berdampak ke depannya," kata Menkes Terawan.

Menkes menilai BPOM memegang peran penting dalam regulasi pengawasan dan perlu penguatan dari Kemenkes. Pada kesempatan yang sama, Kepala BPOM Penny K. Lukito mengatakan soal anggaran, BPOM telah mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBD Non Fisik.

"Kita dapat anggaran DAK dari APBD Non Fisik untuk pengawasan obat dan makanan, ini tahun pertama," ucap Penny.

baca juga: Mayoritas Anak Ingin Jadi Youtuber dan Pengusaha

Dalam pertemuan itu, dibahas juga terkait tugas dan fungsi BPOM. Ia mengapresiasi bahwa sistem di BPOM sudah berbasis elektronik.

"Sudah bagus, sudah terelektronik. Data sudah transparan," tegas Menkes.

BERITA TERKAIT