05 November 2019, 09:40 WIB

Bamsoet Diminta tidak Mengingkari Komitmen


Putra Ananda | Politik dan Hukum

MI/MOHAMAD IRFAN
 MI/MOHAMAD IRFAN
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

POLITIKUS Partai Golkar Azis Syamsuddin berharap Bambang Soesatyo mengesam-pingkan niatnya menjadi ketua umum Golkar. Bamsoet di-minta tidak melanggar komitmennya.

Aziz mengatakan Bamsoet sempat berkomitmen tak akan maju sebagai pimpinan Golkar. "Nah itu yang tahu antara Airlangga, Bamsoet, dan Allah yang tahu," kata Azis.

Azis tak bisa melarang pencalonan Bamsoet. Berdasarkan AD/ART partai, siapa pun berhak maju sebagai calon ketua umum. Azis menegaskan terdapat komitmen yang telah dibuat Bamsoet sebelumnya. Ia menyerahkan penilaian kepada masyarakat mengenai hal itu. "Tidak ada yang bisa melarang orang untuk maju. Tapi, kalau melanggar komitmen, kan biar masyarakat yang menilai.''

Partai Golkar akan menggelar rapat pleno musyawarah nasional (munas) hari ini. Rapat itu akan membahas agenda dalam munas.

Bamsoet membantah adanya komitmen dengan Airlangga Hartarto terkait pencalonan ketua umum. Bamsoet menegaskan, politik tak sama dengan hubungan percintaan. "Komitmen apaan? Tanya sama dia dong komitmen apa? Emang pacaran pakai komitmen? Saya tidak sedang bercinta, tapi sedang berpolitik. Masak ada pengkhianatan.''

Bamsoet menegaskan perjanjian itu tak pernah terjadi. Kader Partai Golkar menganggap kursi ketua umum sebagai panggilan tugas. "Dalam politik tidak ada (perjanjian komitmen). Di Partai Golkar itu adalah panggilan tugas, dalam unsur partai itu panggilan tugas. Jadi tanya sama yang menyatakan komitmen itu komitmen di mana," ungkap dia.

Ketua MPR itu menjelaskan alasan tak membahas masalah pencalonan sebagai ketua umum dalam beberapa waktu terakhir. Ia ingin menjaga suasana politik tetap kondusif. "Saya cooling down sampai pelantikan presiden. Tapi, memang sekarang kan belum ada jadwal munas. Jadi belum bisa jawab," ungkap dia.

Ketua DPP Partai Golkar Darul Siska juga menyebut tak ada perjanjian atau komitmen antara Bambang Soesatyo dan Airlangga. Ia menegaskan tak ada bukti tertulis tentang perjanjian itu. "Kalau ada pembicaraan di antara mereka, mereka harus menyadari tidak boleh menilai yang lain. Karena partai ini not belongs to them," kata Darul. (Uta/P-1)

BERITA TERKAIT