05 November 2019, 09:30 WIB

BPIP Waspadai Penetrasi Ideologi kepada ASN


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

ANTARA/Muhammad Arief Iskandar
 ANTARA/Muhammad Arief Iskandar
Deputi Pengkajian dan Materi BPIP Adji Samekto.

BADAN Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mewaspadai adanya penetrasi ideologi lain selain Pancasila ke dalam aparatur sipil negara (ASN) yang makin kuat seiring dengan globalisasi.

Hal itu ditunjukkan dengan adanya ASN yang mem-posting dukungannya kepada khilafah di media sosial pada Oktober 2019. Demikian disampaikan Deputi Pengkajian dan Materi BPIP Adji Samekto saat memberikan laporan penyelenggaraan rapat koordinasi dan sinkronisasi materi dan metode melalui dialektika pembinaan ideologi Pancasila untuk masa depan bangsa bagi ASN di Bali, kemarin.

Menurutnya beberapa tahun terakhir ini, isu menyeruaknya fenomena ASN yang terpapar ideologi selain Pancasila terungkap dengan keberanian mengunggah posting-an status di media sosial. "Posting-an prokhilafah di media sosial oleh oknum ASN pertengahan Oktober lalu mengisyaratkan telah terjadi penetrasi pemahaman ideologi lain selain Pancasila di kalangan ASN,'' ujarnya.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo menyatakan melarang penggunaan cadar bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kementeriannya. "Kalau di saya (Kemenpan-RB) wajib jangan pakai cadar. Begitu ke luar kantor, mau pakai cadar silakan, dia sebagai warga negara, bebas," kata Tjahjo seusai menghadiri acara penilaian AKIP dan Reformasi Birokrasi (RB) Pemda DIY dan Pemkab/Kota se-DIY di Gedong Pracimosono, Kepatihan, Yogyakarta, kemarin.       

Menurut Tjahjo, memakai berbagai macam busana termasuk menggunakan cadar merupakan hak setiap warga negara.

Namun demikian, ketika telah memasuki lingkungan kantor atau berdinas, tentu harus mengikuti aturan yang ditetapkan instansi terkait.

''Kalau Kemenpan-RB ada seragam putih. Kalau hari-hari nasional pakai Korpri, ada baju yang lain. Hanya, kalau di kantor bagi saya ya jangan pakai cadar dong. Kalau pakai cadar ya di luar kantor silakan,'' katanya.

Sebelumnya, rencana pelarangan penggunaan cadar di instansi pemerintahan dilontarkan Menteri Agama Fachrul Razi.

Wacana itu dimaksudkan untuk menata dan merapikan lingkungan kementeriannya.

"Bagaimana saya mau ketemu Anda, Anda pakai cadar? Muslim silakan pakai jilbab. Tetapi, kalau pakai cadar, bagaimana mau melihatnya?'' (Cah/Uta/Ant/P-1)

BERITA TERKAIT