05 November 2019, 07:35 WIB

Pengungsi di Awal Penghujan


Kristiadi | Nusantara

Medcom.id
 Medcom.id
Ilustrasi 

SEJAK hujan mulai turun, awal pekan ini, tidur warga tiga desa di Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tidak bisa nyenyak. "Meski hujan belum benar-benar deras, setiap malam warga merasakan tanah bergerak," ungkap Ela, 54, warga Desa Kaso, kemarin.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pun bergerak cepat. Mereka tidak membiarkan ada warga jadi korban tanah longsor.

"Pergerakan tanah menyebabkan 251 rumah di Desa Kaso, Kadupandak, dan Karangpaninggal serta empat fasilitas umum rusak ringan, sedang, dan berat. Rumah harus dikosongkan dan para penghuninya diungsikan," kata Kepala Pelaksana BPBD Soekiman, kemarin.

Kerusakan di salah satu sekolah dasar, juga membuat para siswa tidak diizinkan melaksanakan kegiatan belajar di dalam kelas. Ratusan siswa di Kadupandak pun harus rela belajar di halaman dan di dalam masjid.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengaku sudah menyiapkan tenda pengungsian bagi warga, lengkap dengan dapur umumnya.

"Sejumlah titik di Ciamis rawan pergerakan dan tanah longsor. Pemkab masih berupaya menyiapkan lahan relokasi dan kami menunggu rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi."

Kemarin, angin kencang berbuah bencana di wilayah pantura Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Sebanyak 26 pohon trembesi roboh dan menimpa empat mobil yang sedang melaju.

"Petugas sudah turun ke lokasi untuk melakukan pembersihan pohon yang menutup jalan sehingga lalu lintas tidak terhalang," ujar Kepala Pelaksana BPBD M Agus Nugroho.

Gorong-gorong

Di sejumlah daerah, langkah antisipasi menanggulangi banjir di musim penghujan terus dilakukan. Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, bergiat menormalisasi drainase dan gorong-gorong yang tersumbat sampah plastik.

Saat melakukan pekerjaan, ternyata banyak drainase yang juga tersumbat batu dan tanah. "Normalisasi drainase akan terus kami kerjakan sampai tuntas. Hanya saja, upaya pemkot juga harus didukung masyarakat dengan tidak membuang sampah sembarangan," kata Wali Kota Malang, Sutiaji.

Selama Oktober, pemkot sudah menormalisasi 30 titik rawan genangan air. Tim Satgas Gorong-Gorong juga sudah menyelesaikan normalisasi saluran air di kawasan Jalan Sunan Kalijaga, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru.

Aksi serupa juga dilakukan di Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung. Pemerintah kabupaten memperbaiki 2.000 meter saluran irigasi di kawasan Danau Nujau, Kecamatan Gantung.

"Saluran itu rusak akibat banjir besar tahun lalu. Dengan perbaikan saluran irigasi, kami berharap sawah-sawah di sekitar danau bisa diselamatkan dari bencana banjir," ujar Kabid Tanaman Pangan, Heryanto.

Pemprov Bangka Belitung menganggarkan dana Rp50 miliar untuk mengantisipasi banjir di tiga daerah. "Muntok, Kabupaten Bangka Barat, mendapat bagian terbesar untuk pembangunan embung," ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Noviar Ishak.

Di Jawa Tengah, Gubernur Ganjar Pranowo meminta warganya mewaspadai perubahan cuaca. "Ancaman bencana masih tinggi. Hujan akan mengakibatkan banjir dan longsoran di sejumlah wilayah." (AS/BN/RF/JS/LD/RS/UL/DW/PT/N-2)

BERITA TERKAIT