05 November 2019, 08:10 WIB

Jokowi Minta Soliditas ASEAN Plus Three Diperkuat


Akmal Fauzi | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
 ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Presiden RI Joko Widodo berjabat tangan dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison dalam pertemuan bilateral di sela-sela KTT Ke-35 ASE

PRESIDEN Joko Widodo mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi kawasan akan semakin besar. Rivalitas geopolitik dan geoekonomi makin meruncing. Selain itu, tantangan keamanan tradisional dan nontradisional semakin meningkat.

"Ancaman resesi ekonomi menghantui negara di kawasan. Situasi tersebut diperparah dengan meningkatnya proteksionisme dan ketidakpastian penyelesaian perang dagang," kata Presiden Joko Widodo dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-22 ASEAN Plus Three (APT) atau ASEAN plus Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan, di Bangkok, Thailand, kemarin.

Jokowi mengatakan ada dua hal yang perlu dilakukan untuk menyikapi dinamika tersebut. Pertama, pentingnya memperkuat saling percaya (strategic trust) dan pentingnya solidaritas dalam menghadapi bencana.

"Strategic trust harus dikukuhkan, rasa saling percaya harus terus dipupuk, habit of dialogue harus terus dikedepankan," ujarnya.

Presiden Jokowi juga mengingatkan, jika strategic trust melemah, kekuatan kawasan akan goyah, perdamaian dan kemakmuran kawasan akan menjadi taruhan.

Solidaritas dalam menghadapi bencana juga sangat penting karena kawasan Asia Timur menghadapi tantangan sama, rentan terhadap bencana alam.

"Saya tegaskan kembali pentingnya bersinergi memperkuat ketahanan finansial menghadapi bencana, termasuk dengan mengembangkan pembiayaan," tandas Jokowi.

Tolak limbah B3

Selain mengikuti KTT Ke-22 APT, Presiden Jokowi juga mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan seperti KTT Ke-14 Asia Timur, pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia, KTT Ke-22 ASEAN-Jepang, KTT Ke-3 RCEP, dan mengikuti upacara penutupan rangkaian acara KTT Ke-35 ASEAN. Rangkaian kegiatan diakhiri pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang sebelum kembali ke Tanah Air.

Dalam KTT Ke-14 Asia Timur, Jokowi mempersoalkan pengiriman limbah B3 ilegal yang akhir-akhir ini diterima beberapa negara ASEAN, tak terkecuali dengan Indonesia.

Presiden mengatakan telah mengirim kembali kontainer berisi limbah B3 itu ke pelabuhan asal dan melakukan penegakan hukum bagi pihak yang terlibat di dalam negeri. "Kita mengharapkan kerja sama dengan negara di dunia, termasuk negara di kawasan Asia Timur untuk pencegahan pengiriman limbah ilegal B3." (Mal/Ant/X-10)

BERITA TERKAIT