05 November 2019, 07:40 WIB

Petani Tembakau Tolak Penaikan Cukai Rokok


(RO/E-1) | Ekonomi

 ANTARA/Siswowidodo
  ANTARA/Siswowidodo
DEMO PETANI TEMBAKAU

Ratusan petani tembakau yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Barat menggelar demonstrasi di depan Kantor Kementerian Keuangan, kemarin.

Mereka mengajukan dua tuntutan. Pertama, menuntut dicabut Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 152/ 2019 tentang Kenaikan Cukai dan Harga Jual Eceran (HJE) Rokok. Kedua, Revisi PMK No 222/PMK.07/ 2017 tentang Penggunaan, Pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) .

"Kami menuntut keadilan dari pemerintah. Kami menolak kenaikan cukai dan harga jual eceran rokok yang sangat tinggi tersebut. Kami menuntut pemerintah menarik atau membatalkan PMK tersebut," papar Ketua APTI Jawa Barat Suryana.

Lebih lanjut Suryana menyampaikan penaikan cukai rokok dan HJE Rokok sebagaimana tertuang dalam PMK No 152/2019 terlalu besar. Penaikan cukai dan HJE tersebut menyebabkan berkurangnya pembelian rokok yang berakibat pada berkurangnya jumlah produksi rokok dan berkurangnya pembelian tembakau hasil perkebunan masyarakat petani tembakau Jawa Barat dan juga daerah lainnya oleh para produsen rokok nasional.

Selain itu, tingginya harga jual rokok menyebabkan semakin banyaknya rokok ilegal yang beredar di pasaran atau masyarakat. Hal ini tak hanya merugikan masyarakat petani dan buruh industri rokok dan tembakau, tapi juga merugikan pemerintah itu sendiri karena akan kehilangan pendapatan dari cukai akibat banyaknya rokok ilegal. (RO/E-1)

BERITA TERKAIT