04 November 2019, 22:43 WIB

Wamenag; Guru Agen Penangkal Radikalisme dan Intoleransi


Syarief Oebaidillah | Humaniora

MI/Ramdani
 MI/Ramdani
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid

KEMENTRIAN Agama ikut memperingati Hari Guru Nasional yang jatuh setiap tanggal 25 November. Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid mengatakan, guru merupakan agen penangkal radikalisme di madrasah dan sekolah.

Namun, lanjutnya, di sisi lain, guru juga bisa menjadi penyebar paham radikal. Karena itu, Zainut meminta semua guru di bawah Kementerian Agama untuk tetap waspada agar tak terpapar radikalisme.

"Saya berharap kepada semua guru madrasah dan guru agama Islam yang berada dalam naungan Kemenag, jangan ada radikalisme di antara kita," katanya di Kantor Kemenag, Jakarta, Senin (4/11), melalui keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia.

Dalam rangka peringatan HGN 2019, Kemenag menggelar berbagai kegiatan. Pada puncak peringatan nanti, Kemenag mengadakan serangkaian lomba yang dapat meningkatkan potensi dan bakat para guru.

Pada akhir pekan lalu, di kantor pusat Kementerian Agama digelar lomba senam dan vidoe blog. Acara senam berlangsung meriah karena 600 orang guru madrasah se-Jabodetabek bersenam pagi didampingi langsung oleh Menteri Agama Fachrul Razi dan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid.

Baca juga : Tangkal Radikalisme Lewat Tokoh Agama

Wamenag menilai, ide-ide moderasi beragama akan dengan mudah disebarkan kepada seluruh anak didik di Indonesia apabila para guru benar-benar dapat menyerap gagasan Islam yang rahmatan lil alamin.

Sehingga dalam setiap mata pelajaran yang diberikan kepada siswa, intisari Islam damai dapat masuk ke dalamnya.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Kemenag, Suyitno menambahkan, hari guru menjadi perhatian Kemenag setiap tahun.

Di hari inilah guru-guru berprestasi dan guru-guru yang memiliki pengorbanan besar untuk dunia pendidikan mendapat apresiasi.

Baca juga : Kuota Guru SD Paling Banyak di Formasi CPNS Pemkab Sleman

Kemenag menaungi 708.167 guru di seluruh Indonesia. Sebanyak 126.293 di antaranya berstatus aparatur Sipil Negara (ASN), dan 581.474 lainnya nonASN.

"Berbagai penghargaan diberikan untuk menjaga motivasi guru dan memberikan iklim yang kompetitif," kata Suyitno.

Acara yang digelar di Jakarta akhir pekan lalu itu merupakan gelaran pertama dalam rangkaian perungatan HGN 2019 yang digelar Kemenag. Sebelum acara puncak digelar di Lampung pada 23 November nanti, beberapa acara akan digelar di Jakarta dan Yogyakarta.

Di Yogyakarta akan ada acara Gowes bersama Menteri Agama dan guru-guru madrasah pada 9 November 2019, dilanjutkan pengumuman lomba foto dan vlog guru madrasah. Lalu tanggal 12-16 ada anugerah konstitusi guru.

Di Lampung, pada  21-23 November akan ada anugerah guru & tenaga berpendidikan, lomba inovasi pembelajaran, dan simposium guru. (OL-7)

BERITA TERKAIT