04 November 2019, 22:45 WIB

Ribuan Warga Sambut Kedatangan Jenazah Afridza di Tasikmalaya


Kristiadi | Nusantara

MI/Adi Kristiadi
 MI/Adi Kristiadi
Ribuan Warga Sambut Kedatangan Jenazah Afridza di Tasikmalaya

RIBUAN kendaraan bermotor tergabung dalam Paguyuban Otomotif Tasikmalaya melakukan penghormatan dan penjemputan terakhir bagi pembalap Indonesia, di perbatasan wilayah Kota, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Pembalap muda Indonesia, Afridza Syach Munandar, 20, warga Perum Tamansari Indah, Kelurahan Karsamenak, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, meninggal dunia dalam ajang Asia Talent Cup 2019 di Sirkuit Sepang, Malaysia, Sabtu (2/11).

Almarhum Afridza telah mengharumkan nama bangsa Indonesia dan mengibarkan Bendera Merah Putih. Malam ini, jenazah akan disemayamkan di rumah duka terlebih dulu hingga disalatkan di Masjid Al Mutaqin dan selanjutnya menuju pemakaman untuk dimakamkan di TPU Kampung Sambong Bencoy, Kelurahan Sambong, Kecamatan Mangkubumi.

Pantauan Media Indonesia di lokasi rumah almarhum, keluarga, saudara, dan masyarakat mengumandangkan salawat Nabi dan doa. Mereka turut berduka cita atas meninggalnya Afridza sebagai pembalap muda Indonesia yang mengharumkan nama bangsa dalam musibah kecelakaan. Kedatangan almarhum bersama rombongan tiba di rumah sekitar pukul 21.25 WIB dan selanjutnya dimakamkan hari ini.


Baca juga: Polisi Dalang Pembunuhan Bos Tembakau Divonis 20 Tahun


Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Muhamad Yusuf, mengatakan, penghormatan dan penjemputan almarhum Afridza dilakukan di Kecamatan Indihiang perbatasan wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Pencinta otomotif Tasikmalaya turut serta melakukan dengan mengendarai kendaraan bermotor mengikuti rombongan menuju kediamannya di Perum Tamansari Indah.

"Kami atas nama pemerintah daerah bersama Paguyuban Otomotif Tasikmalaya (POT) turut berduka cita atas meninggalnya pembalap muda internasional yang telah mengharumkan nama bangsa Indonesia khusus Tasikmalaya, Jawa Barat. Saya juga mendukung atlet-atlet muda yang senang berolahraga motor supaya menjadi penganti Afridza," paparnya, Senin (4/11).

Sementara itu, warga setempat, Atep Mulyana, 39, mengatakan, semasa hidupnya almarhum di mata masyarakat bagus dan tidak pernah menonjolkan kesombongan. Namun, selama ini Afridza selalu banyak syukuran terutama pada teman-temannya setelah menjadi juara sebuah lomba.

"Orangnya bagus, jujur, dan tidak menonjolkan diri di mata masyarakat, semua orang pasti mengenalnya setelah beberapa kali menjuarai balapan motor. Kami juga turut berduka atas meninggalnya almarhum dan mudah-mudahan diterima di sisi Allah SWT," tuturnya. (OL-1) 

BERITA TERKAIT