04 November 2019, 21:44 WIB

Dapat Dukungan 10 BUMN, Merpati Siap Terbang Akhir Pekan Ini


Faustinus Nua | Ekonomi

MI/Heri Susetyo
 MI/Heri Susetyo
Merpati Airlines meminjam pesawat milik Aviastar membuka rute perintis di Kalimantan

SEMPAT terhenti sejak 1 februari 2014, maskapai Merpati Airlines yang dikelola PT. Merpati Nusantara Airlines akan kembali mengudara. Dijadwalkan, Merpati akan kembali mewarnai langit Indonesia pada 10 November mendatang.

Direktur Utama Merpati Airlines Asep Eka Nugraha mengatakan, Merpati bisa kembali terbang setelah mendapat dukungan dari 10 Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Rencana pesawatnya akan diberangkatkan pada tanggal 10 November nanti. Ceremonial dengan Garuda karena positioning pesawat kan kita terbangnya pakai pesawatnya Garuda," kata Asep di komplek Kementerian BUMN, Jakarta (4/11).

Merpati yang meminjam pesawat milik Garuda Indonesia, terang Asep akan melakukan penerbangan perdana dari Jakarta menuju Jayapura. Selanjutnya pesawat tersebut akan melayani rute Jayapura-Wamena dan wilayah Indonesia Timur lainnya.

Untuk sementara Merpati pun baru melayani jasa pengiriman atau kargo.

Baca juga : Kredit Macet Naik, BUMN Dinilai Terlalu Kuasai Proyek Konstruksi

"Merpati awalnya apa? Bisnisnya apa? Merpati Nusantara Airlines, sekarang yang mau diterbangkan dulu adalah kargonya," tuturnya.

Ia menjelaskan, akhir pekan nanti Merpati akan mengoperasikan satu pesawat milik Garuda. Sementara untuk tahun depan, pihaknya bersama Garuda akan menambah 5 armada lagi guna meningkatkan pelayanan Merpati.

"Baru satu. Tahun depan baru lima. Kita belum bahas dengan yang lainnya. Setiap ada pergerakan pesawat Merpati itu yang akan menjadi trigger," tambahnya.

Sebelumnya, 10 BUMN yang dimotori Garuda berinisiatif untuk bersinergi dalam merestrukturisasi bisnis Merpati yang berhenti beroperasi karena terlilit utang mencapai Rp10,9 triliun.

BUMN yang terlibat dalam sinergi tersebut adalah PT Garuda Indonesia, PT Semen Indonesia, PT Pertamina, Perum Bulog, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, PT PLN, serta Himpunan Bank Negara (Himbara) yang terdiri atas Bank BTN, Bank Mandiri, BNI, dan BRI.

Melaui sinergi antar-BUMN, diharapkan perusahaan plat merah tersebut bisa kembali melayani masyarakat Indonesia sebagaimana mestinya melayani penerbangan perintis.

Selain itu, juga untuk menyelamatkan aset Merpati serta membantu perusahaan untuk bisa melunasi utangnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT