04 November 2019, 21:10 WIB

Kekerasan Terhadap Jurnalis Masih jadi Problem Besar


Rifaldi Putra Irianto | Humaniora

MI/Bagus Suryo
 MI/Bagus Suryo
Aksi menuntut kekerasan terhadap jurnalis

DALAM rilis Indeks Kemerdekaan Pers (IKP), Dewan Pers menyebutkan IKP di Indonesia berada pada angka 73,71 persen atau dalam kategori cukup bebas. Angka tersebut meningkat 4,71 persen dari data pada tahun sebelumnya yang berada di angka 69 persen.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jendral Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Revolusi Riza menilai sejauh ini problem kekerasan terhadap jurnalis masih cukup besar.

"Sejauh ini kita masih punya problem besar di angka kekerasan terhadap Jurnalis," kata Revolusi Riza, dalam pesan singkat, Jakarta, Senin, (4/11).

Sementara itu, Berdasarkan data IKP 2019 dengan indikator kebebasan dan krimininalisasi turun menjadi 76,57 dari tahun sebelumnya sebesar 78,84. Dewan pers mengatakan penurunan angka tersebut disebabkan beberapa peristiwa yang terjadi sepanjang tahun terhadap pers dengan aparat maupun masyarakat.

"Terkait dengan indikator kebebasan pers itu yang nilainya turun. Oleh karena itu nilai-nilai yang turun itu, termasuk yang masih dibawah 80, dan kita masih di bawah 80 yang banyak. Perjuangan kawan-kawan untuk meningkatkan kualitas kemerdekaan pers tidak boleh berhenti. Kalau dilihat dari angka IKP itu ada perbaikan rata-ratanya, baik secara nasional maupun secara umum dari persektor, tapi kalau dilihat dari clusternya masih sama,” Ujar Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh. (OL-4)

BERITA TERKAIT