04 November 2019, 23:40 WIB

Usulan Anggaran Kajian Pembangunan ITF Disahkan


MI | Megapolitan

ANTARA
 ANTARA
Pengelolaan sampah

KOMISI D DPRD menyepakati usulan anggaran pengkajian pembangunan pusat pengolahan sampah intermediate treatment facility (ITF) sebesar Rp6 miliar. Rencana pembangunan yang diajukan Dinas Lingkungan Hidup DKI itu berada di tiga lokasi, yaitu di wilayah Cilincing, Jakarta Utara; Rawa Buaya, Jakarta Barat; dan wilayah Jakarta Selatan.

"Ada tiga kajian ITF, tapi hanya satu (Cilincing) yang dimungkinkan pembebasan lahanya tahun depan. Prinsipnya kajian tiga titik dengan anggaran Rp6 miliar bisa disetujui?" ucap Ketua Komisi D, Ida Mahmudah, di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Senin (4/11). Lalu, seluruh anggota DPRD menjawab mereka setuju.

Namun, sebelum usulan tersebut disetujui, terjadi perdebatan antara Wakil Ketua DPRD DKI, M Taufik, dan Kepala Unit Tempat Pengelola Sampah Terpadu Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto.

Asep mengajukan anggaran Rp10 miliar, tapi permintaan Asep ditolak mentah-mentah.

"Waktu mendesain ITF itu kan mestinya sudah ada desainnya untuk berapa setiap (pembangunan) ITF? Masa kasih Rp10 miliar Pak? Soal tipping fee (biaya pengolahan sampah) kan sudah ada kesepakatannya. Apalagi yang mau Bapak cari?" tanya Taufik.

"Tipping fee (tiga lokasi lain) belum ada Pak," jawab Asep

Taufik menjawab, "Sudah ada Rp500 ribu. Kalau gitu nanti saya bisa suruh stop itu ITF Sunter-nya. Itu sudah ada kesepakatan. Enggak mungkin kalau bisnis tidak ada dasar angkanya."

Asep menuturkan, pihaknya mengusulkan tipping fee Rp600 ribu. "Di tiga ITF itu nanti bergantung teknologinya pak. Nanti tidak menggunakan teknologi yang sama (dengan ITF Sunter)," jawabnya.

Taufik menjawab bahwa tipping fee tak boleh berubah satu sama lain. "ITF Sunter saja belum jalan. Intinya siapkan kajian tiga lokasi," jelas Taufik. (Ins/J-2)

BERITA TERKAIT