04 November 2019, 19:50 WIB

Pemprov Bali Dukung Stadion Gianyar Jadi Venue Piala Dunia U-20


Arnoldus Dhae | Nusantara

ANTARA
 ANTARA
Stadion Gianyar 

PEMERINTAH Provinsi Bali mendukung penuh penunjukan Stadion Kapten Dipta Gianyar sebagai lokasi digelarnya ajang Piala Dunia U-20 yang akan digelar 2021 medatang.

Dukungan itu disampaikan langsung oleh Gubernur Bali I Wayan Koster saat ditanya sejumlah awak media di Denpasar, Senin (4/11). Menurut Koster, Pemprov Bali prinsipnya akan mendukung penuh bila Stadion Kapten Dipta Gianyar akan menjadi tuan rumah Piala Dunia untuk salah satu babak penyisihan piala dunia nanti.

"Bagus sekali jika Stadion Kapten Dipta Gianyar menjadi venue Piala Dunia U-20. Kita sangat mendukung itu karena akan menguntungkan Bali," ujarnya.

Namun demikian, Koster tidak merinci bentuk dukungan apa yang akan diberikan Pemprov. Koster menyebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkab Gianyar selaku tuan rumah venue Piala Dunia U-20 tentang apa yang akan dibantu untuk menyukseskannya.


Baca juga: Festival Kerinci Sedot Ribuan Wisatawan


"Nanti akan dikoordinasikan dengan Bupati Gianyar tentang apa yang bisa kita kerjakan," urainya.

Stadion yang berlokasi di Desa Buruan, Kecamatan Blahbatu, Kabupaten Gianyar, Bali tersebut bukan hanya menjadi tuan rumah venue Piala Dunia, dan menurut rencana laga pembukaan akan digelar di Gianyar Bali.

Bupati Gianyar, I Made Agus Mahayastra, mengatakan, pihaknya menyambut baik Stadion Kapten Dipta menjadi venue ajang sepak bola bergengsi di kelompok usia di bawah 20 tahun tersebut. Untuk itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan manajemen Bali United selaku pemegang kontrak penggunaan Stadion Kapten Dipta bahwa stadion terbesar di Bali tersebut akan menjadi pembukaan Piala Dunia U-20.

Pihaknya telah mengambil langkah-langkah antara lain mengizinkan renovasi stadion untuk memperbesar kapasitas yang sebelumnya hanya memuat 24 ribu penonton menjadi 35 ribu penonton. Renovasi akan melibatkan tim dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, Pemkab Gianyar, serta pemangku kepentingan lainnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT