04 November 2019, 19:23 WIB

Kemendikbud Kirim 12 Pelajar Ikuti Kejuaraan Karate di Belgia


Atikah Ishmah Winahyu | Olahraga

Dok Kemendikbud
 Dok Kemendikbud
Tim karate pelajar Indonesia saat beraudiensi di Kemdikbud, Senin (4/11)

KEMENTERIAN  Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengirim 12 pelajar jebolan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2019 cabang olahraga karate, untuk mengikuti kejuaraan 4th edition of International Karate Open of Province de Liege Tahun 2019 di Herstal, Belgia.

Kejuaran tersebut akan diselenggarakan pada 6 sampai 13 November 2019 yang diikuti oleh enam pelajar Sekolah Dasar (SD) dan enam pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA). Keberangkatan para peserta tersebut dilepas oleh Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Senin (04/11).

Didik Suhardi Berharap 12 delegasi pelajar dapat menggunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dan yakin bahwa peserta dari Indonesia tidak akan kalah dari negara lainnya.

"Tentu ini suatu kehormatan, jangan disia-siakan membela dan mengharumkan nama bangsa. Untuk itu saya yakin anak-anak sudah disiapkan secara teknis oleh tim dan secara mental juga sudah siap semangatnya. Semoga dengan doa kita semua kalian nanti akan betul-betul meraih juara di tingkat internasional,” pesannya.

Adapun enam pelajar SD yang akan bertanding adalah pelajar SDN Rangkah VI Kota Surabaya, Callysta Almira Cahyati untuk kategori Kata Perorangan Putri, Radhitya Rimba Adiyaksa Mahendra dari SDN Ponokawan Kabupaten Sidoarjo untuk kategori kata Perorangan Putra, Ni Kadek Renia Sophia Putri dari SDN 3 Banjar Jawa Kabupaten Buleleng  untuk kategori Kumite Perorangan Putri Kelas -33 Kg, Nindya Kirana Paramitha dari SDN Golo Yogyakarta untuk kategori Kumite Perorangan Putri Kelas -38 Kg, Muhammad Dhijey Lexsie dari SDN 101770 Kabupaten Deli Serdang untuk kategori Kumite Perorangan Putra Kelas -38 Kg, dan Daffa Raditya Widiarta dari SDN 2 Cakranegara Kota Mataram kategori Kumite Perorangan Putra Kelas +38 Kg.

Sedangkan enam pelajar SMA yang akan bertanding, terdiri atas pelajar SMAN 4, Sidoarjo Jibril Brilliant Smith untuk kategori Kata Perorangan Putra, dari SMAN 4 Kota Jambi Rhesnafia Triokta untuk kategori Kata Perorangan Putri,  SMAN 1 Kabupaten Solok, Sumatera Barat diwakili Farhan Al Amin untuk kategori Kumite Perorangan Bebas Putra, sedangkan Youone Isabela Mawikere mewakili SMAN 9 Manado untuk kategori Kumite Perorangan Putri,  sedangkan Yodi Amara Jati dari SMAN 1 Purwodadi tampil untuk kategori Kumite Perorangan Putra, dan pelajar SMAN 9 Manado Dino Henry Tutu untuk kategori Kumite Perorangan Putra.

Pengiriman tim karate ini merupakan wujud dari pembinaan dan bentuk apresiasi Ditjen Dikdasmen Kemendikbud terhadap peserta didik peraih prestasi, khususnya di bidang olahraga. Untuk menyiapkan para peserta sebelum berangkat bertanding di Belgia, Kemendikbud telah melakukan pembinaan atlet atau training center bekerja sama dengan tim dari Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB. FORKI) yang berkompeten di bidangnya.

Pada Pembinaan Peserta 4th edition of International Karate Open of Province de Liege Tahun 2019, seluruh peserta diberikan materi yang meliputi persiapan fisik, persiapan teknik, persiapan mental, dan uji tanding.

Salah satu atlet peraih medali emas O2SN-SD 2019 Callysta Almira Cahyadi mengungkapkan, cabang olahraga karate merupakan hobu yang sudah digelutinya sejak usia tujuh tahun atau sejak kelas 1 SD.

“Senang dan terharu saya bisa mewakili Indonesia untuk bertanding karate di Belgia. Perasaannya agak deg-degan tetapi saya siap untuk jadi juara. Pesan saya untuk teman-teman di luar sana, tetap semangat dan jangan putus asa,” ujarnya. (A-2)

BERITA TERKAIT