04 November 2019, 17:39 WIB

ICW Temukan Banyak Anggaran Ganjil DKI


Sri Utami | Megapolitan

Antara
 Antara
 Peneliti ICW Almas Sjafrina

INDONESIA Corruption Watch (ICW) menemukan adanya pembengkakan anggaran dalam rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) DKI Jakarta.

Menurut peneliti ICW Almas Sjafrina, anggaran tersebut tersebar di sejumlah mata anggaran di bawah suku dinas maupun SKPD.

"Lem Aibon Rp82 miliar itu hanya satu item pengadaan. Yang kami temukan ada Rp126,2 miliar dalam 15 pengadaan," ungkapnya dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (4/11).

 

Baca juga: Anggaran Rp556 Juta Jasa Konsultan RW Dinilai tak Masuk Akal

 

Mata anggaran ganjil tersebut, sambungnya, masuk dalam Biaya Operasional Pendidikan Sekolah (BOP) di SMK Negeri Teknologi yang menganggarkan lem Aibon hingga Rp33 miliar. Selain itu ICW juga menemukan anggaran bolpoin yang berjumlah lebih dari Rp123 miliar. Dalam data yang diterima ICW anggaran bolpoin mencapai Rp678,87 atau pengadaan Baliner.

"Ada komponen Baliner, ketika kami googling ternyata itu bolpoin sebanyak 2.016 pengadaannya," ungkapnya.

Selain bolpoin, terdapat anggaran tertulis sebagai pengadaan notebook, laptop notebook/laptop dan laptop/notebook sebanyak 211 pengadaan dengan jumlah 21.114 unit. Total anggaran yang ditemukan ICW adalah sebesar Rp238,6 miliar.

"Terakhir kami menemukan anggaran F4 ada A3 kertas fotokopi total Rp212,87 miliar. Apakah DKI memang membutuhman sebanyak itu kertas," tegas Almas.

Saat ini DPRD DKI masih membahas draft anggaran bersama Pemerintah DKI. Anggaran yang disusun  DPRD DKI masih dalam tahap pembahasan oleh Badan Anggaran besar dan komisi. (OL-8)

BERITA TERKAIT