04 November 2019, 14:55 WIB

251 Rumah di Ciamis Rusak karena Tanah Bergerak


Adi Kristiadi | Nusantara

ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/foc/18.
 ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/foc/18.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya

SEBANYAK 251 unit rumah dan empat fasilitas umum di Kecamatan Tambaksari rusak karena terjadinya pergerakan tanah yang semakin meluas di Desa Kaso, Kadupandak dan Desa Karangpaninggal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ciamis, Soekiman mengatakan, pergerakan tanah telah terjadi di Dusun Cibogo, Sukamandi, Balegede, Pohat dan Dusun Margamulya, tersebar di tiga desa.

"Delapan kepala keluarga mengungsi ke saudaranya yang lebih aman setelah rumahnya mengalami rusak berat dan tidak layak dihuni tetapi tim penyelamat tetap disiagakan di lokasi itu," katanya.

Soekiman mengungkapkan, musim kemarau panjang dan hujan turun membuat pergerakan tanah terjadi hingga ratusan siswa terpaksa harus belajar di sebuah masjid Kadupandak dan sebagian warga lain mengungsi di tenda yang telah didirikan BPBD.

"Kami telah menyiapkan tim penyelamat dari BPBD, kecamatan, Polri dan para relawan agar bisa membantu. Saya juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhahap ancaman pergerakan tanah, karena banyak rumah yang mereka miliki secara tiba-tiba bergeser hingga rusak dan itu menjadi ancaman," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan, pergerakan tanah di Desa Kaso, Kadupandak, Karangpaninggal, Kecamatan Tambaksari telah meluas dan menyebabkan banyak rumah mengalami kerusakan mulai ringan, sedang dan berat. Pemerintah daerah sendiri telah menyiapkan tenda diperuntukan bagi para pengungsi termasuknya siswa yang akan belajar.

"Pada musim kemarau memang banyak tanah terbelah dan setelah hujan turun berdampak pergerakan tanah dan menimbulkan sebagian warga di Dusun Cibogo, Sukamandi, Balegede, Pohat dan Margamulya mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Pemerintah daerah sendiri berupaya mencari lahan kosong bagi mereka, namun kita juga masih menunggu petugas dari Pusat Vulganologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)," paparnya.(OL-11)  

 

BERITA TERKAIT