04 November 2019, 13:28 WIB

Gubernur Jateng Minta Warga di Daerah Rawan Bencana Waspada


Akhmad Safuan | Nusantara

Antara
 Antara
Puluhan alat peringatan dini dipasang di daerah rawan bencana untuk antisipasi tanah bergerak atau longsor di Jawa Tengah.

GUBERNUR Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta seluruh warga di daerah rawan bencana untuk waspada terkait perubahan cuaca, karena ancaman bencana di provinsi ini masih tinggi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi dan kabupaten/kota juga harus siaga.

"Jawa Tengah merupakan swalayan bencana, maka saya minta warga terutama di daerah rawan terus waspada," kata Ganjar, Senin (4/11).

Selain kepada warga, lanjut Ganjar Pranowo, kepada seluruh BPBD baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk siaga penuh dan terus menantau wilayah titik rawan bencana dengan menurunkan petugas dan relawan. Selain itu berbagai logistik untuk menghadapi bencana juga sudah harus dipersiapkan seperti obat-obatan, makanan, lokasi aman, termasuk peralatan dan perlengkapan.

Secara terpisah, Kepala BPBD Jateng Sudaryanto mengatakan ancaman bencana banjir dan longsor di Jawa Tengah cukup tinggi dengan masuknya musim penghujan ini. Beberapa daerah rawan bencana terus diwaspadai dan dilakukan pemantauan secara terus menerus dengan menurunkan petugas pemantau.

"Sudah puluhan alat peringatan dini (early warning system) dipasang di daerah rawan bencana untuk antisipasi tanah bergerak atau longsor," kata Sudaryanto.

baca juga: Ridwan Kamil Terima Gelar Doktor Kehormatan dari Korea Selatan

Selain rawan bencana banjir dan longsor, beberapa daerah seperti Cilacap, Purworejo, Kebumen dan Wonogiri juga rawan bencana tsunami.  Sehingga untuk mengantisipasi telah dipasang setidaknya di sembikan digital video broadcast, tiga receiver system, dua sirine tsunami, enam pendeteksi gempa dan tujuh sensor akselerograf. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT