04 November 2019, 11:15 WIB

El Salvador-Venezuela Saling Usir Diplomat


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

AFP/Nicholas Kamm
 AFP/Nicholas Kamm
Presiden El Savador Nayib Bukele

EL Salvador memerintahkan para diplomat Venezuela untuk meninggalkan negara itu. Hal yang sama pun dilakukan pemerintah Venezuela, mengusir diplomat El Savador dari wilayahnya.

El Salvador di bawah Presiden Nayib Bukele merupakan salah satu dari lebih dari 50 negara yang menyatakan pemerintahan Nicolas Maduro tidak sah sebagai presiden sah Venezuela.

Negara ini mengalihkan pengakuannya ke pesaing utama Maduro, ketua majelis nasional Juan Guaido, yang telah menyatakan dirinya sebagai penjabat Presiden Venezuela.

“El Salvador telah memerintahkan korps diplomatik dari rezim Nicolas Maduro untuk meninggalkan negara dalam waktu 48 jam,” ujarnya dalam sebuah pernyataan yang diunggah di akun Twitter-nya Sabtu (2/11) malam.

Sebagai tanggapan, Kementerian Luar Negeri Venezuela mengatakan telah mendeklarasikan masing-masing diplomat Salvador di Caracas persona non grata dan memberi mereka waktu 48 jam untuk angkat kaki.

Pemerintah sayap kiri Maduro telah memenjarakan para pemimpin oposisi dan dituduh menggunakan penyiksaan dan penangkapan sewenang-wenang dalam upaya mempertahankan kekuasaan di tengah ekonomi yang runtuh.

Baca juga: Meski Ditentang, Venezuela Terpilih Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Namun pemerintahannya masih mendapat dukungan dari Rusia dan Tiongkok. Pada kunjungan ke Kuba, Maduro balas menyerang pemimpin Salvador.

"Anda tidak bisa menyelamatkan diri dari sejarah, Bukele. Tempatmu dalam sejarah sebagai pengkhianat dan boneka Amerika Serikat menunggumu," kata Maduro.

Sebelum pemilihannya pada Juni, Bukele mengatakan akan menyokong hubungan jauh dengan Caracas dan hubungan dekat dengan Amerika Serikat, musuh diplomatik terbesar Maduro.

Duta Besar Amerika Serikat Ronald Johnson bereaksi dengan hangat terhadap keputusan El Salvador.

"Kami memuji pemerintah Presiden Nayib Bukele karena memastikan El Salvador berada di sisi kanan sejarah," katanya di Twitter.

Presiden AS Donald Trump adalah salah satu pemimpin pertama yang mengakui Guaido ketika pemimpin oposisi itu mengajukan permintaan untuk menggulingkan Maduro pada April. (AFP/Ol-5))

BERITA TERKAIT