04 November 2019, 10:30 WIB

Dana Desa Tahap 3 Terlambat Cair, Pembangunan Terbengkalai


Tosiani | Nusantara

ANTARA FOTO/Risky Andrianto
 ANTARA FOTO/Risky Andrianto
Sejumlah pekerja melakukan pengaspalan jalan Tol Jalarta-Cikampek II Elevated, di Bekasi, Jawa Barat, Senin (30/9/2019). 

SEJUMLAH pekerjaan pembangunan infrastruktur desa di wilayah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, terbengkalai lantaran keterlambatan pencairan dana desa tahap tiga. Pihak desa berharap dana segera dicairkan.

Kepala Desa Ketitang, Kecamatan Jumo, Geri Setiawan, mengatakan, pihaknya telah melengkapi dan mengirimkan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana desa tahap 1 dan 2 tahun ini. Seharusnya, sesuai jadwal, dana desa tahap 3 cair pada bulan Oktober. Namun hingga November, dana belum juga turun.

Keterlambatan pencairan dana tersebut, menurut Geri, akan berdampak pada pelaporan penggunaan dana berikutnya yang harus segera disetor untuk kepentingan pencairan dana desa di tahun depan. Serta program yang harus terburu-buru dijalankan untuk memenuhi laporan agar tepat waktu.

"Kalau mepet turunnya, kita harus kejar-kejaran dengan program dan laporan. Tapi mau bagaimana lagi, semoga November ini dana tahap 3 sudah cair," ujar Geri, Senin (4/11).

Baca juga: Bangun Jalan Menuju Mata Air dengan Dana Desa

Dana desa tahap tiga ini sedianya akan digunakan untuk memasang paving jalan penghubung antar-RT, melanjutkan pekerjaan tahap 1 dan 2. Total, masih ada sekitar 1 kilometer yang harus dipasang paving dan terpaksa harus berhenti karena dana belum cair. Dana tahap 3 juga akan digunakan untuk keperluan pemberdayaan.

"Saya tidak berani ambil risiko melanjutkan pengerjaan infrastruktur dengan cara pinjam dana dulu atau berhutang material. Soalnya suplier belum tentu mau," ungkapnya.

Tahun 2019, Desa Ketitang menerima dana desa sebesar Rp900 juta. Sebanyak 60% telah dicairkan pada tahap 1 dan 2. Sisa 40% baru akan dicairkan pada tahap 3 ini. Sebagian besar dana digunakan untuk memasang paving jalan desa.(OL-5)

 

BERITA TERKAIT