04 November 2019, 08:35 WIB

1186 Kasus Diare Serang Flores Timur


Ferdinandus | Humaniora

iIustrasi
 iIustrasi
Ilustrasi

SEBANYAK 1186 kasus penyakit diare serang Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) sepanjang tahun ini yang berpotensi kejadian luar biasa.

Menurut Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan, Flotim, Sudirman Kia, salah satu penyebab maraknya penyakit diare itu karena kemarau yang berdampak pada kekeringan dan krisis air bersih sehingga mengganggu pola hidup sehat

''Untuk mengatisipasi hal itu, kami selalu waspada dan menjamin ketersedian obat mencukupi kebutuhan pasien. Diharapkan ketersediaan obat tersebut ampu memenuhi kebutuhan pasien,''

Selain itu, tambah Sudirman, petugas pun terus mengimbau warga untuk selalu menjaga kebersihan makanan, membiasakan pola hidup sehat dengan mencuci tangan dan tetap menjaga kebersihan lingkungan. Sejumlah aksi nyata pun terus dilakukan melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), yang menyasar ke sejumlah desa dan pelosok.

Sementara itu, menurut penanggungjawab gudang farmasi, Dinas Kesehatan Flotim, Agatha Lipat, ada beberapa jenis obat diare yang saat ini masih tersedia antara lain, Cotrimozasole jenis tablet dan sirup, Zink serta Oralit.

''Saat ini di gudang masih tersedia sejumlah obat diare yang bisa mencukupi, dengan rincian obat Cotrimozasole tablet 480 mg sebanyak 30 ribu  tablet, Cotrimozasole sirup sebanyak 5 ribu botol, Zink 20 mg sebanyak 165.500 tablet, dan juga Oralit yang saat ini masih tersisa 16 ribu sachet, dan yang baru masuk sebanyak 25 ribu sachet oralit,'' pungkas Agatha. (OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT