03 November 2019, 10:55 WIB

Industri Keuangan Bantu Target Otoritas Jasa Keuangan


mediaindonesia.com | Ekonomi

Istimewa
 Istimewa
acara Open House Sekolah Yasporbi di Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu (2/11). 

INDUSTRI keuangan terus mendukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mencapai target inklusi keuangan di masyarakat hingga 75% pada akhir 2019. Hal itu dilakukan antara lain dengan mendorong masyarakat untuk menggunakan produk dan layanan jasa keuangan secara digital.

Seperti dilakukan PT Kas Wagon Indonesia (Cashwagon) yang mengedukasi masyarakat tentang industri keuangan/financial technology (fintech), dengan berpartisipasi dalam acara Open House Sekolah Yasporbi di Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu (2/11). 

Edukasi keuangan yang ditujukan kepada masyarakat sekitar khususnya orang tua dan guru itu dilakukan dengan mengenalkan layanan peer-to-peer atau P2P Lending. P2P Lending adalah penyelenggaraan layanan jasa keuangan pinjam meminjam melalui sistem elektronik atau digital. 

"Ini momen yang baik bagi kami ikut berkontribusi mengenalkan fintech kepada masyarakat untuk pencapaian inklusi keuangan. Saya harap lewat edukasi ini, siapapun orangnya bisa mendapatkan layanan jasa keuangan secara digital," ungkap CEO Cashwagon Indonesia Asri Anjarsari.

Dia juga berharap nantinya platform peer to peer lending meluncurkan berbagai inovasi sehingga jadi unicorn pada masa depan dan berdampak pada makro ekonomi.

Adapun layanan fintech Cashwagon sangat mengutamakan kepentingan pelanggan seperti selalu memastikan keamanan dan privasi data pribadi, mitigasi risiko dunia maya, dan penanganan keluhan pelanggan. 

Saat ini, Cashwagon juga telah memperoleh beberapa sertifikasi seperti sertifikasi ISO 27001: 2013 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi dari British Standard Institution (BSI) serta sertifikasi dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia terkait dengan Teknis Indeks Keamanan Informasi.

"Kami selalu bekerja dengan mengikuti aturan dan kode etik Asosiasi Fintech serta mengikuti persyaratan sertifikasi untuk keamanan dan kenyamanan pelanggan kami," kata Asri.

Dengan turut berpartisipasi dalam acara tersebut, Asri berharap nantinya fintech dapat dikenal orang tua murid yang hadir dan edukasi yang diberikan juga dapat ditularkan kepada para siswa oleh guru-guru mereka. (OL-09)

BERITA TERKAIT