04 November 2019, 08:40 WIB

Nonbank makin banyak Layani Jasa Finansial


(Ant/E-1) | Ekonomi

Dok.IPB
 Dok.IPB
 Gubernur BI Perry Warjiyo dalam acara Seminar Nasional Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor (IPB) di Jakarta

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengingatkan adanya kecenderungan bahwa aktivitas pengembangan jasa finansial akan semakin banyak dilakukan oleh berbagai lembaga nonbank.

"Di China saat ini, 30%jasa finansial diberikan oleh pihak perbankan," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam acara Seminar Nasional Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor (IPB) di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut dia, hal tersebut juga terjadi di dalam negeri di mana banyak sekali kalangan milenial yang telah melakukan transaksi keuangan melalui digital platform melalui online atau daring.

Untuk itu, Gubernur BI dan dunia perbankan saat ini juga berupaya memperbesar pembiayaan dari sumber perekonomian baru seperti untuk memudahkan perizinan dalam rangka meningkatkan daya saing untuk mendapatkan inovasi baik dari dalam maupun luar negeri.

Perry Warjiyo juga menginginkan perkembangan ekonomi digital diarahkan untuk inklusi keuangan dan inklusi ekonomi nasional.

"Bagaimana kita bisa membangun ekonomi digital untuk pemberdayaan masyarakat seperti sektor UMKM, pertanian, serta kelautan dan perikanan, sehingga bisa menjadi tulang punggung baru perekonomian Indonesia," ucapnya.

Pada intinya, cara untuk tetap relevan dalam perkembangan ekonomi digitalisasi saat ini adalah bagaimana dapat melakukan transformasi yang adaptif serta responsif dalam mengelola berbagai aspek tantangan yang ada.

Sebelumnya, Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan menyatakan, pemerintah di bawah arahan Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah menyadari betul akan adanya ancaman dari perkembangan ekonomi global yang kian tidak menentu. Oleh sebab itu, ujar dia, APBN 2020 disusun dengan mempertimbangkan aspek internal dan eksternal.

Hal ini menjadi sebuah langkah strategis yang ditempuh pemerintah untuk melanjutkan reformasi struktur perekonomian nasional yang berorientasi pada inovasi dan pemberdayaan SDM berdaya saing global.

Presiden Jokowi, lan, juga telah menekankan bahwa Indonesia harus mengundang investasi yang seluas-luasnya.(Ant/E-1)

BERITA TERKAIT