03 November 2019, 23:35 WIB

Peran Indonesia di Dewan Keamanan PBB Diapresiasi


Akmal Fauzi | Internasional

Ist
 Ist
Suasana pertemuan di Dewan Keamanan PBB

PERANAN Indonesia selama menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menjembatani upaya perdamaian dunia mendapatkan apresiasi secara khusus dari PBB dalam KTT ke-10 ASEAN PBB.

Pertemuan yang juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, tersebut digelar di Impact Exhibition and Convention Center, Bangkok, Thailand, Minggu (3/11).

"Dalam pertemuan dengan UN tadi secara khusus Sekjen PBB menyampaikan apresiasi terhadap peran yang dimainkan Indonesia sebagai bridge builder selama ini, terutama selama Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB," ujar Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, dalam keterangan tertulis, Minggu (3/11).

Di usianya yang ke-52, ASEAN telah mampu menjaga dan menjadi motor terciptanya perdamaian dan stabilitas di kawasan. Tak hanya itu, ekonomi ASEAN juga mengalami pertumbuhan di atas rata-rata ekonomi dunia.

Oleh karenanya, untuk menunjukkan peran dan manfaat ASEAN serta kontribusinya bagi masyarakat dunia, sinergi antara organisasi kawasan yang kuat dan PBB dipandang perlu untuk semakin ditingkatkan.


Baca juga: Presiden Jokowi dan Direktur Pelaksana IMF Bahas Ekonomi Global


"Presiden menekankan bahwa sinergi yang kuat antara organisasi kawasan seperti ASEAN dengan PBB ini sangat penting artinya karena kalau kawasannya kuat berarti berkontribusi terhadap perdamaian dunia," kata Retno yang turut menemani Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut.

Maka, untuk mengupayakan hal tersebut, Presiden Joko Widodo menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus menjadikan isu mendorong sinergi antara organisasi kawasan dan PBB sebagai isu prioritas selama menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

"Presiden mengatakan,selama Indonesia duduk di dalam Dewan Keamanan PBB isu sinergitas antara kawasan dan PBB ini menjadi salah satu prioritas utama keanggotaan Indonesia di dalam Dewan Keamanan PBB," kata Retno. (OL-1)

 

BERITA TERKAIT