04 November 2019, 03:20 WIB

Bertekad Terus Menanam Sorgum


Ferdinandus Rabu | Nusantara

MI/Ferdinandus Rabu
 MI/Ferdinandus Rabu
Demi Ketahanan Pangan, Petani Sorgum NTT Gelar Rembuk Bersama

SEMANGAT itu muncul di halaman sebuah gereja di Desa Ratulolong Waiklibang, kemarin. Ratusan petani berkumpul untuk saling mendukung dan memotivasi.

Mereka ialah penanam sorgum. Hadir di Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, para petani itu menggelar Rembuk Petani Sorgum V untuk Kedaulatan Pangan. Tema yang diusung ialah Sorgum bergizi, sorgum berduit.

"Para petani ini berasal dari 10 kabupaten di Nusa Tenggara Timur. Mereka tidak menanam padi karena yakin sorgum lebih baik dan lebih menghasilkan," papar juru bicara Pemkab Flores Timur, M Tribudi.

Sorgum merupakan salah satu pilihan makanan pokok yang bisa tumbuh baik di Indonesia. Bahkan, tanaman ini mampu tumbuh dan bertahan dalam kondisi cuaca paling ekstrem, seperti di Nusa Tenggara Timur. Karena itu, petani NTT dan sorgum memiliki sejarah panjang hubungan yang erat.

Sorgum menempati pangan urutan kelima dunia setelah gandum, beras, jagung, dan barley. Ketimbang nasi, sorgum jauh lebih unggul dalam hal nilai gizi karena memiliki kandungan protein, kalsium, zat besi, fosfor, dan vitamin B1 yang lebih tinggi daripada beras, tapi rendah kadar gula.

"Pertemuan bersama para petani sorgum ini diharapkan dapat membangun dan mengangkat kembali berbagai potensi pangan lokal seperti sorgum, wijen, jewawut, padi, dan beberapa tanam-an pangan lainnya," tambah Tribudi.

Acungan jempol terhadap tekad para petani sorgum ditunjukkan Bupati Flores Timur Antonius Gege Hadjon.

"Peran petani sorgum membantu pemerintah mengatasi masalah ketahanan pangan sudah teruji. Ke depan, sorgum harus dapat membantu mengatasi masalah stunting," tandasnya.

Pemkab Flores Timur berharap pangan lokal akan terus diangkat untuk menggantikan beras. Selain itu, pemkab juga mendorong kaum muda untuk masuk ke kebun.

 

Stok beras

Kemarau yang mencapai 6 bulan lebih membuat ketahanan pangan sejumlah daerah sempat terguncang. Kerja keras pun harus dilakukan Badan Urusan Logistik untuk memastikan bahwa pasokan beras dalam kondisi aman.

Hasilnya, Bulog Bengkulu menyatakan stok beras di wilayahnya sangat mencukupi. "Sampai Mei 2020, pasokan beras untuk 10 kabupaten dan kota aman. Saat ini, stok beras di gudang kami mencapai 7.000 ton," ungkap Kepala Bulog Bengkulu Defrizal.

Ia meminta warga tidak khawatir. Sampai Mei 2020, pasar tidak akan panik karena pasokan beras dijamin lancar. "Kami juga akan terus memastikan harga beras di pasar tidak mengalami kenaikan yang mencolok."

Bulog Bangka juga mengaku masih memiliki persediaan beras hingga 1.700 ton. Beras sebanyak itu mampu mencukupi kebutuhan hidup warga di seluruh Pulau Bangka hingga akhir tahun.

"Kami masih memiliki beras premium dan medium. Warga tidak perlu khawatir dengan pasokan dan harga beras," ujar Kepala Bulog Bangka Taufiqurokhmah. (MY/RF/N-2)

BERITA TERKAIT