03 November 2019, 20:50 WIB

Menpora akan Temui Menkumham Soal Naturalisasi Pebasket Putri


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga

MI/Pius Erlangga
 MI/Pius Erlangga
Menpora Zainudin Amali

MENTERI Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, berjanji akan membantu memperlancar proses naturalisasi pebasket putri asal Kanada, Kimberley Pierre-Louis, guna bisa berkostum timnas Indonesia di SEA Games 2019 Filipina.

Hal itu diungkapkan Zainudin dalam kunjungannya bersama Plt Deputi Peningkatan Prestasi Yuni Poerwanti, Plt Asdep Olahraga Prestasi Ahmad Arsani, dan Chief de Mission, Harry Warganegara, ke GOR CLS, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (3/11).

"Saya nanti akan berkoordinasi dengan komisi III dan X DPR RI serta Kemenkumham (Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia) mengenai naturalisasi Kimberly. Kita akan percepat, sepanjang tidak ada masalah, dan teknisnya, nanti saya akan bicara ke mereka agar proses mereka bisa cepat selesai," ucap Zainudin, Minggu (3/11).

Dukungan langsung dari pemerintah tentu menjadi angin segar untuk tim basket putri. Apalagi, Natasha Debby Christaline dkk ditargetkan untuk setidaknya bisa lolos empat besar.

"Basket putri pelatnas kita tinjau kesiapannya. Mudah-mudahan dengan adanya bantuan proses naturalisasi bisa membuat tim basket putri Indonesia berprestasi di Filipina," ujar Harry kepada Media Indonesia.


Baca juga: Yusuf Widiyanto Mantapkan Teknik Demi Bawa Emas Wushu


"Kendala yang ada di SEA Games kali ini adalah dibebaskannya jumlah pemain naturalisasinya oleh penyelenggara," tambah Harry.

Padahal, peraturan FIBA sendiri hanya memperbolehkan satu pemain naturalisasi saja dalam satu tim.

Sementara itu, Harry mengatakan akan ada tambahan anggaran SEA Games tapi belum diketahui secara pasti jumlahnya.

"Bakal ada tambahan, tapi kita harus menunggu saja dulu. Karena Menpora juga belum kasih tahu ke saya," ucapnya.

Menyoal bahaya wabah polio yang sedang melanda di selatan Filipina, Harry menegaskan para atlet serta ofisial dipastikan akan diberikan baksin sebelum bertolak ke Filipina.

"Tetap akan ada vaksin dari kami. Kami akan bahas soal vaksin ini besok bersama Kemenpora dan Kemenkes (Kementerian Kesehatan)," ujarnya. (ykb)

 

BERITA TERKAIT